Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau AMIN kembali didorong dengan narasi yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai inti dari agenda politik mereka. Dari kubu NasDem, pesan yang disampaikan cukup tegas: jika Indonesia ingin melaju lebih cepat menuju negara maju, maka pendidikan dan kesehatan tidak bisa lagi diperlakukan sebagai pelengkap.
Pendidikan dan kesehatan jadi titik tekan utama
Direktur Kampanye Digital Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai NasDem, Arfi Bambani Amri, mengatakan AMIN konsisten menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM Indonesia. Menurut dia, kualitas manusia bertumpu pada dua pilar utama, yakni pendidikan dan kesehatan.
“Kualitas manusia itu dua hal yaitu pendidikan dan kesehatan. Jadi kualitas pendidikan kita harus dinaikkan dan kesehatan kita harus ada jaminan,” kata Arfi dalam diskusi politik yang digelar di Jakarta, Sabtu.
Arfi menilai, jika dua sektor itu diperkuat secara serius, Indonesia akan punya peluang lebih besar untuk bergerak lebih cepat dalam persaingan menuju negara maju. Namun, ia menekankan bahwa penguatan tersebut tidak boleh berhenti di kota-kota besar saja.
Kesenjangan kota dan desa masih jadi pekerjaan rumah
Menurut Arfi, persoalan pendidikan dan kesehatan masih sangat terasa timpang ketika dibandingkan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Ia menyebut ada jarak yang nyata antara anak muda yang tumbuh di kota dan mereka yang hidup di desa.
“Jadi ada kesenjangan di antara mereka (anak muda). Jadi kalau milenial dan gen Z di kota bisa mengakses nonton konser, sedangkan yang di desa-desa bisa putus sekolah,” ujarnya.
Karena itu, Arfi menilai ketimpangan sosial di kalangan pemuda harus dipersempit. Ia menyebut tantangan yang dihadapi anak muda di desa sering kali berkaitan dengan akses pekerjaan, sementara di perkotaan justru lebih banyak berkaitan dengan ruang kebebasan dan pilihan hidup.
Menjelang Pilpres 2024, isu SDM ikut menguat
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden sebagai peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 pada Senin (13/11). Selanjutnya, melalui pengundian dan penetapan nomor urut pada Selasa, 14 November 2023, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar memperoleh nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. nomor urut 3.
KPU juga menetapkan masa kampanye berlangsung pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Adapun pemungutan suara dijadwalkan pada 14 Februari 2024.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












