Nama Setiawan Ichlas kembali mencuri perhatian setelah Presiden RI Prabowo Subianto melantiknya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan dalam Kabinet Merah Putih. Sosok yang akrab disapa Iwan Bomba itu masuk dalam jajaran tujuh utusan khusus yang dilantik di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (22/10), berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 76/M tahun 2024 tentang Pengangkatan Utusan Khusus Presiden RI Tahun 2024-2029.
Pengusaha Palembang dengan Jejak Bisnis yang Panjang
Setiawan Ichlas lahir di Palembang pada 10 April 1977. Ia dikenal sebagai pengusaha batu bara asal Sumatera Selatan yang membangun Bomba Group, sebuah holding company yang menaungi beragam lini usaha. Di bawah payung perusahaan ini, bisnisnya merentang dari logistik dan distribusi, agroindustri, pertambangan, hingga manajemen properti.
Bomba Group mulai menapaki bisnis dari sektor perdagangan pada 2000. Seiring waktu, perusahaan itu berkembang ke bidang perkebunan, pertambangan, properti, energi, kontraktor, hingga logistik. Ekspansi tersebut diarahkan untuk membangun rantai nilai yang saling terhubung di wilayah Sumatera Selatan.
Ekspansi ke Energi, Sawit, dan Infrastruktur
Selain dikenal di sektor batu bara, Setiawan Ichlas juga terlibat dalam proyek energi bersama perusahaan multinasional melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumatera Selatan 1. Ia juga ikut membangun pabrik bio diesel B100 yang dikaitkan dengan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Di sektor perkebunan, diversifikasi bisnisnya menyentuh pengolahan kelapa sawit melalui PT Golden Blossom Sumatra. Perusahaan ini mengelola perkebunan sawit dalam skala besar, sekaligus membuka peluang pada sektor pendukung seperti logistik dan infrastruktur. Dalam konteks itu, pengelolaan pelabuhan dan jalur kereta api untuk transportasi batu bara juga menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang ia bangun.
Nama yang Pernah Terseret dalam Aksi Korporasi Besar
Di luar dunia usaha riil, nama Setiawan Ichlas juga sempat ramai dibicarakan dalam sejumlah langkah korporasi di sektor keuangan. Salah satunya adalah rencana akuisisi Bank Muamalat melalui PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. Pada 2017, ia menjadi sorotan setelah mengambil alih 14,37% saham Minna Padi, perusahaan yang kala itu terlibat dalam rencana pembelian saham Bank Muamalat Indonesia.
Rencana tersebut sempat melibatkan komitmen besar, dengan Minna Padi menjadi pembeli siaga untuk penawaran saham terbatas senilai Rp4,5 triliun. Namun, langkah itu tak berlanjut setelah OJK meminta kejelasan sumber dana yang digunakan. Dua tahun kemudian, pada 2019, OJK juga mengeluarkan perintah tertulis kepada Minna Padi untuk membubarkan enam reksa dana senilai Rp6 triliun karena pelanggaran pasar modal, termasuk janji keuntungan pasti pada produk keuangan yang ditawarkan.
Setiawan Ichlas juga tercatat terlibat dalam pembelian 21% saham PT Bank Kesejahteraan Ekonomi melalui PT Danadipa Artha Indonesia. Kepemilikan itu kemudian dilepas kepada Sea Group, perusahaan teknologi asal Singapura yang dikenal lewat layanan e-commerce Shopee. Setelah berpindah tangan, Bank Kesejahteraan Ekonomi pun berganti nama menjadi SeaBank.
Di luar bisnis dan perbankan, Iwan Bomba juga menaruh perhatian pada sepak bola. Ia tercatat sebagai pemegang saham terbesar Sriwijaya FC, klub asal Palembang yang menjadi salah satu identitas olahraga paling kuat di Sumatera Selatan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












