Bali Masih Musim Hujan, Tapi Panas Terasa Menyengat: Ini Penjelasan BMKG
Di tengah status musim hujan, cuaca Bali justru terasa lebih gerah dari biasanya. Dalam beberapa hari terakhir, suhu yang tinggi membuat banyak wilayah di Pulau Dewata terasa seperti berada di bawah terik puncak kemarau. Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan, kondisi ini bukan hal aneh dan masih berkaitan dengan dinamika matahari serta minimnya pembentukan awan.
Matahari Bergeser ke Selatan, Bali Ikut Merasakan Dampaknya
Prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar, Wulan Wandarana, mengatakan Bali sebenarnya masih berada dalam periode musim hujan, dengan puncak hujan terjadi pada Desember 2024 dan Januari 2025. Namun, dalam beberapa hari ke depan, intensitas hujan diperkirakan menurun sehingga panas akan terasa lebih dominan.
Menurut Wulan, penyebab utama suhu tinggi adalah posisi matahari yang saat ini berada di wilayah selatan dan bergerak menuju ekuator. Kondisi ini membuat sinar matahari lebih langsung menyentuh permukaan bumi, sehingga suhu udara di sejumlah titik meningkat tajam.
Ngurah Rai Masuk Daftar Lokasi Terpanas
Data BMKG menunjukkan Stasiun Meteorologi I Gusti Ngurah Rai Bali masuk daftar 20 lokasi terpanas di Indonesia pada 3-4 Februari 2025. Suhu yang tercatat mencapai 33,2 derajat Celsius. Di beberapa wilayah Bali, suhu bahkan disebut dapat mencapai 36 derajat Celsius, membuat udara terasa jauh lebih panas dari biasanya.
Selain posisi matahari, minimnya awan juga memperparah kondisi tersebut. Saat tutupan awan berkurang, panas matahari lebih mudah menembus ke permukaan tanpa banyak hambatan. Akibatnya, suhu siang hari terasa lebih menyengat dan kelembapan udara ikut membuat cuaca makin tidak nyaman.
Hujan Masih Ada, Tapi Tak Lagi Mendominasi
BMKG menilai situasi panas ini kemungkinan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Meski Bali belum keluar dari musim hujan, pola cuaca saat ini menunjukkan hujan tidak lagi menjadi faktor dominan di siang hari. Masyarakat pun diminta lebih waspada terhadap paparan panas, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada jam-jam terik.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.










