Review Xiaomi SU7 Ultra 1.527 HP: Kecepatan Gila, Harga Masih “Masuk Akal”
Langkah Xiaomi ke dunia mobil listrik semakin sulit diabaikan. Dari merek yang dulu identik dengan ponsel dan laptop terjangkau, perusahaan asal China ini kini justru ikut bermain di arena performa tinggi. Yang paling menyita perhatian adalah Xiaomi SU7 Ultra, model yang digadang-gadang sebagai salah satu senjata paling agresif Xiaomi untuk menantang nama-nama besar di lintasan.
Mobil listrik Xiaomi yang tak lagi sekadar eksperimen
Dalam waktu singkat, Xiaomi berhasil masuk ke pasar mobil listrik dan mencuri perhatian lewat lonjakan penjualan di Tiongkok. Bahkan, performa mobil listriknya disebut sampai membuat CEO Ford terkesan. Kini, fokus Xiaomi bukan lagi sekadar membuktikan bahwa mereka bisa membuat mobil, melainkan membuktikan bahwa mereka bisa membuat mobil yang sangat cepat.
SU7 Ultra menjadi representasi paling ekstrem dari ambisi itu. Mobil ini baru dirilis di Tiongkok dan langsung diuji oleh media otomotif. Salah satu yang mencoba langsung adalah Haoran Zhou, mantan humas mobil sekaligus reporter F1, yang menilai mobil ini di jalan raya dan di lintasan balap.
Tenaga besar, tapi bobot tetap terasa
Dalam pengujiannya, Zhou menyoroti bahwa SU7 Ultra membawa tenaga yang sama seperti varian sebelumnya, namun versi balap ini dibekali bodi full serat karbon serta sejumlah elemen lain yang membuatnya lebih siap dipacu di sirkuit. Secara visual dan teknis, pendekatan itu jelas memberi kesan lebih serius dibanding varian biasa.
Meski begitu, Zhou juga tidak menutup mata terhadap kelemahan yang masih terasa. Menurutnya, bobot mobil tetap cukup kentara saat masuk tikungan. Pada mode daya terbatas, performanya juga dinilai belum seagresif beberapa rival lain. Artinya, meski angka tenaga terdengar mengesankan, karakter mobil ini masih dipengaruhi massa yang harus dibawanya.
Harga di bawah rival, performa tetap bikin waspada
Di sisi lain, Xiaomi SU7 Ultra sudah sempat menunjukkan taringnya dalam sejumlah pengujian performa. Salah satu pencapaian yang paling banyak dibicarakan adalah keberhasilannya mengalahkan Porsche Taycan Turbo GT di lintasan beberapa waktu lalu. Untuk sebuah mobil dari pendatang baru, pencapaian seperti ini jelas bukan hal kecil.
Yang membuatnya semakin menarik adalah banderol harganya yang relatif rendah untuk kelas performa seperti ini, yakni sekitar $73.000. Dengan kombinasi tenaga besar, kemampuan di sirkuit, dan harga yang masih lebih “ramah” dibanding banyak rival premium, Xiaomi tampaknya sedang mengirim pesan yang sangat jelas: mereka tidak datang untuk sekadar ikut meramaikan pasar, tetapi untuk menantang langsung pemain lama.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












