Ministers Meeting: Reemploying Laid-off Sritex Workers

Nasib ribuan mantan pekerja PT Sritex kembali dibahas di level tertinggi pemerintahan. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih berkumpul di Istana Merdeka, Jakarta, untuk mencari jalan keluar bagi para karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja setelah perusahaan tekstil itu dinyatakan pailit pada Oktober 2024.

Prabowo Minta Solusi untuk Pekerja Sritex

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto disebut memberi arahan langsung agar para menteri mencarikan solusi yang realistis bagi para pekerja terdampak. Hadir dalam pembahasan itu Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Kurator PT Sritex Nurma Sadikin.

Prasetyo menyampaikan bahwa perhatian presiden tertuju pada nasib para buruh yang kehilangan pekerjaan. Menurut dia, penanganan kasus ini tidak hanya soal restrukturisasi perusahaan, tetapi juga soal memastikan para pekerja tidak dibiarkan tanpa kepastian setelah Sritex jatuh dalam proses kepailitan.

Skema Baru untuk Sekitar 8.000 Karyawan

Target yang dibahas dalam pertemuan itu adalah membuka peluang kerja kembali bagi sekitar 8.000 eks karyawan Sritex, namun dengan skema kerja yang disesuaikan dengan kondisi baru di industri tekstil. Pemerintah berharap langkah ini bisa menjadi jalan tengah agar para pekerja kembali memiliki penghasilan, sementara aset perusahaan tetap dapat dikelola secara lebih terarah.

Yassierli mengapresiasi upaya kurator yang dinilai aktif membuka ruang bagi kemungkinan rekrutmen ulang dalam dua pekan ke depan. Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan juga memastikan hak-hak normatif para pekerja, termasuk kompensasi PHK dan berbagai hak lain yang masih melekat, tetap diproses.

Kurator Cari Investor Baru

Di tingkat pengelolaan aset, tim kurator PT Sritex tengah menyeleksi calon investor yang akan mengelola aset perusahaan dalam kerangka baru. Proses ini menjadi kunci karena dari sanalah peluang reaktivasi aktivitas industri dan penyerapan kembali tenaga kerja bisa muncul.

Dengan komunikasi yang kini mengalir antara pemerintah, kurator, dan pihak terkait, harapan para mantan pekerja Sritex kembali terbuka. Bagi ribuan keluarga yang terdampak, kepastian soal kerja dan hak pesangon menjadi dua hal yang paling ditunggu di tengah ketidakpastian setelah pailitnya perusahaan tekstil besar itu.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.