Nama Ultraviolette makin sering dibicarakan ketika pasar motor listrik global mulai dipenuhi pemain baru yang agresif. Merek asal India ini tidak lagi hanya dipandang sebagai pendatang, melainkan sebagai penantang serius yang membawa kombinasi performa, jarak tempuh, dan dukungan modal kelas atas. Di tengah persaingan yang makin padat, Ultraviolette mencoba tampil dengan identitas yang berbeda: motor listrik yang kencang, modern, dan siap menembus pasar internasional.
F77 Mach 2 Jadi Wajah Utama Ambisi Global
Model andalan mereka, F77 Mach 2, menjadi sorotan berkat spesifikasi yang cukup mencolok. Motor listrik ini dibekali tenaga 30 kW, torsi 100 Nm, dan kecepatan puncak 155 km/jam. Untuk sebuah motor listrik, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa Ultraviolette tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga performa yang bisa bersaing di kelas yang lebih serius.
Selain tenaga, daya jelajahnya juga menjadi nilai jual penting. Baterai F77 Mach 2 diklaim mampu menempuh hingga 323 km, membuatnya menarik bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan harian sekaligus tetap ingin rasa berkendara yang responsif. Kombinasi ini membantu Ultraviolette membangun citra sebagai merek yang tidak sekadar ikut tren, tetapi berusaha menawarkan paket yang lengkap.
Dukungan Exor N.V. Buka Jalan Ekspansi
Pendorong besar di balik langkah ekspansi Ultraviolette adalah Exor N.V., perusahaan induk Ferrari dan Stellantis. Sokongan tersebut memberi perusahaan akses pada kekuatan finansial sekaligus jaringan industri yang lebih luas. Bagi merek yang sedang bertumbuh, dukungan seperti ini menjadi modal penting untuk mempercepat penetrasi pasar dan memperkuat posisi di luar India.
Dengan fondasi itu, Ultraviolette mulai melangkah ke Eropa. F77 Mach 2 telah mengantongi sertifikasi untuk beroperasi di lebih dari 40 negara, sebuah pencapaian yang membuka pintu bagi ekspansi lebih jauh. Di pasar yang sangat kompetitif, legalitas dan sertifikasi lintas negara menjadi faktor penting sebelum sebuah produk benar-benar bisa diterima konsumen.
Langkah Berikutnya: Skuter Listrik dan Persaingan yang Lebih Ketat
Setelah F77 Mach 2, Ultraviolette disebut tengah menyiapkan produk baru, termasuk skuter listrik yang kabarnya akan dikembangkan bersama Ferrari. Meski detailnya masih terbatas, rencana itu memperlihatkan ambisi perusahaan untuk tidak berhenti pada satu model andalan saja. Mereka tampaknya ingin memperluas portofolio sekaligus memperkuat citra sebagai pemain teknologi tinggi di segmen roda dua listrik.
Namun, pasar skuter listrik Eropa bukan medan yang mudah. Persaingannya ketat, dan konsumen memiliki banyak pilihan dari merek yang sudah lebih dulu mapan. Ultraviolette mencoba menonjol lewat performa, desain, fitur pintar, dan harga yang kompetitif. Di tengah perubahan arah industri menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan, langkah merek India ini menjadi contoh bagaimana pemain baru bisa masuk ke pasar global dengan pendekatan yang lebih berani dan terukur.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












