Musim kemarau di Indonesia pada tahun ini cukup basah dengan hujan masih sering mengguyur di beberapa wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau basah. Wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami kemarau basah meliputi sebagian kecil Aceh, Lampung, Jawa barat hingga tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, dan Papua bagian tengah. Kemarau basah didefinisikan sebagai kondisi saat curah hujan tetap tinggi di musim kemarau, yang berbeda dengan curah hujan yang rendah. Fenomena kemarau basah dipengaruhi oleh berbagai faktor atmosfer regional dan global, membuat hujan terus turun di beberapa wilayah meskipun sudah memasuki musim kemarau. BMKG memprediksi bahwa kemarau basah akan berlangsung hingga Agustus 2025, dengan kondisi yang lebih basah dari normalnya, tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Durasi musim kemarau di tahun 2025 juga diprediksi lebih singkat dari biasanya, dengan rentang waktu yang bervariasi di setiap wilayah. Selain membawa dampak cuaca yang basah, musim kemarau ini juga akan berlangsung dalam durasi yang lebih pendek, berdasarkan analisis BMKG pada pertengahan April 2025.
Curah Hujan Tinggi Musim Kemarau: Penjelasan BMKG
Read Also
Recommendation for You

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bekerjasama dengan provider internet MyRepublic memberikan bantuan internet gratis sebesar…

Teami teknologi IBM meramalkan tren kecerdasan buatan (AI) pada tahun 2026, termasuk sovereign AI dan…

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan bahwa akses komunikasi di wilayah terdampak banjir Sumatra di…

Pakar klimatologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, mengungkapkan bahwa Bibit Siklon…






