Review G-Wagon Monopoli Mansory: Keren!

Review G-Wagon Monopoli Mansory: Keren!

Mansory kembali menunjukkan bahwa mereka tidak bermain aman. Rumah modifikasi asal Jerman itu menggandeng seniman pop Alec Monopoly untuk menciptakan sesuatu yang jauh dari kata biasa: hanya 10 unit SUV Mercedes-Benz G-Class yang dibuat dengan sentuhan seni tangan dan karakter visual yang sudah menjadi ciri khas sang seniman. Hasilnya bukan sekadar mobil modifikasi, melainkan karya bergerak yang langsung mencuri perhatian.

Kolaborasi yang Membuat G-Class Tak Lagi Tampil Biasa

Setiap unit mendapat lukisan tangan dari Alec Monopoly, termasuk karakter Mister Monopoli yang menjadi pusat perhatian desain. Salah satu contoh paling mencolok adalah G-Class dengan pintu belakang yang dipersingkat, lalu dibalut warna-warna cerah seperti teal, kuning, merah muda, biru, hijau, dan merah. Pada bagian ban serep belakang, sentuhan grafis warna-warni juga menampilkan tokoh kartun Tuan Monopoli, Paman Gober, dan Richie Rich.

Pilihan visual yang ramai itu membuat G-Wagon ini tampil seperti galeri seni yang dipasang di atas roda. Mansory memang dikenal dengan pendekatan ekstrem, tetapi kolaborasi ini terasa lebih berani karena menyatukan karakter modifikasi mereka dengan gaya pop art yang sangat kuat.

Tenaga Besar di Balik Bodinya yang Penuh Warna

Di balik tampilan eksterior yang mencolok, mesin V-8 4.0 liter twin-turbo Mercedes juga ikut mendapat peningkatan. Dari tenaga standar 585 hp dan torsi 627 lb-ft, versi Mansory melonjak menjadi 820 tenaga kuda dengan torsi 848 pound-feet. Angka itu menempatkan SUV ini jauh di atas G-Class biasa, bukan hanya dari sisi tampilan, tetapi juga performa.

Dengan spesifikasi tersebut, G-Class hasil modifikasi ini diklaim mampu melesat dari posisi diam ke 62 mil per jam atau 100 km/jam dalam 3,9 detik. Kecepatan puncaknya mencapai 155 mph atau 249 km/jam. Untuk sebuah SUV besar dengan tampilan yang begitu ekspresif, performa ini jelas menegaskan bahwa mobil ini tidak hanya dibuat untuk dipamerkan.

Kabin Bisa Disesuaikan, Eksklusivitas Jadi Daya Tarik Utama

Bagian interior juga tak dibiarkan polos. Para pembeli beruntung diberi keleluasaan untuk memilih jenis kulit, warna, hingga pola quilting sesuai selera. Mansory dan Alec Monopoly turut menyisipkan elemen seni di area kabin, termasuk pada trim pintu dan pegangan dasbor. Tiga karakter pencinta uang yang sering muncul dalam karya Alec juga hadir di dalam mobil, mempertegas identitas visual yang dibangun dari luar hingga ke dalam.

Setiap unit Mercedes ini telah dimodifikasi secara signifikan untuk menyesuaikan atap konvertibel, sehingga menjadikannya semakin langka dan mahal. Di tengah pasar mobil mewah yang sudah penuh dengan nama besar, proyek ini menonjol karena menggabungkan eksklusivitas, seni, dan performa dalam satu paket yang sangat terbatas.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.