Volkswagen tampaknya mulai mengoreksi arah desain interior yang sempat menuai banyak keluhan. Setelah bertahun-tahun mengandalkan layar sentuh untuk hampir semua fungsi, pabrikan asal Wolfsburg itu kini menegaskan akan mengembalikan tombol fisik dan kenop ke mobil-mobil barunya. Bagi banyak pengemudi, keputusan ini terasa seperti langkah mundur ke arah yang justru lebih masuk akal: lebih cepat, lebih mudah dijangkau, dan tidak membuat perhatian pecah saat berkendara.
VW Akui Pendekatan Lama Tidak Sepenuhnya Tepat
Interior Volkswagen sempat berada di puncak popularitas pada era 2010-an, ketika kombinasi tombol fisik dan layar sentuh masih terasa seimbang. Namun memasuki awal dekade berikutnya, pendekatan minimalis dan serba digital membuat banyak fungsi penting dipindahkan ke layar. Hasilnya, sebagian pengguna merasa pengalaman berkendara menjadi kurang praktis.
Kepala Pengembangan Teknis VW, Kai Grünitz, menyebut perusahaan kini tengah merancang ulang dasbor untuk memperbaiki kesalahan sebelumnya. Fokusnya adalah mengembalikan switchgear tradisional ke dalam kabin, terutama untuk fungsi-fungsi yang paling sering dipakai.
Tombol Fisik Kembali untuk Fungsi Utama
Volkswagen berencana menghadirkan lagi kontrol fisik untuk beberapa fitur penting, seperti volume dan pemanas. Langkah ini bukan sekadar perubahan kosmetik, melainkan upaya untuk membuat interaksi pengemudi dengan mobil terasa lebih natural dan langsung. Kenop volume, misalnya, disebut akan kembali menjadi bagian dari tata letak interior model-model mendatang.
Bos desain VW, Andreas Mindt, juga menegaskan bahwa semua model Volkswagen ke depan akan dibekali tombol fisik untuk fungsi kunci. Artinya, meski layar sentuh tidak akan dihilangkan sepenuhnya, posisinya tidak lagi menjadi satu-satunya pusat kendali di dalam kabin.
Masih Ada Layar, Tapi Lebih Seimbang
VW tampaknya memilih jalan tengah: mempertahankan teknologi layar sentuh, tetapi tidak mengorbankan kemudahan penggunaan. Kombinasi antara kontrol digital dan tombol nyata diperkirakan akan menjadi pola baru dalam desain interior mereka. Bagi banyak penggemar merek ini, perubahan tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa Volkswagen mulai mendengarkan kritik yang selama ini terus menguat.
Keputusan ini juga berpotensi memberi pengaruh ke merek lain di bawah payung Volkswagen Group, terutama jika pendekatan baru ini terbukti lebih disukai konsumen. Setelah sempat terlalu percaya diri dengan kabin serba sentuh, VW kini justru kembali ke formula yang dianggap lebih aman, lebih intuitif, dan lebih ramah saat mobil sedang melaju.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












