NBA Draft 2025 di Barclays Center, New York, bukan hanya soal siapa yang dipilih lebih dulu, tetapi juga soal berapa besar nilai awal yang menanti para pemain muda itu. Nama Cooper Flagg dari Duke University langsung mencuri perhatian setelah Dallas Mavericks menjadikannya pilihan pertama. Namun, di balik sorotan kamera dan euforia malam draft, ada satu pertanyaan yang hampir selalu muncul: seberapa besar gaji seorang rookie NBA?
Skala gaji rookie ditentukan posisi draft
Di NBA, pemain yang masuk melalui putaran pertama tidak menerima angka kontrak secara acak. Besar kecilnya gaji sudah diatur lewat rookie scale, bagian dari perjanjian kerja bersama antara NBA dan Asosiasi Pemain Bola Basket Nasional. Skema ini berlaku selama dua tahun pertama, lalu disertai opsi perpanjangan untuk tahun ketiga dan keempat. Artinya, semakin tinggi posisi seorang pemain dalam draft, semakin besar pula nilai kontrak awal yang diterimanya.
Sistem ini membuat status pilihan pertama, seperti Cooper Flagg, punya nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibanding pemain yang terpilih di urutan bawah putaran pertama. Meski begitu, nominal yang tercantum tetap berada dalam koridor yang sudah ditentukan, sehingga klub dan pemain masih punya ruang negosiasi.
Klub masih bisa menyesuaikan nilai kontrak
Berdasarkan data yang dihimpun Spotrac, estimasi gaji untuk pemain yang masuk 14 besar NBA Draft 2024 mengacu pada batas maksimum 120 persen dari skala rookie. Namun, tim NBA tidak wajib memakai angka penuh tersebut. Mereka bisa menawarkan kontrak di kisaran 80 hingga 120 persen dari skala yang berlaku, tergantung kesepakatan dan kebijakan masing-masing tim.
Fleksibilitas ini membuat kontrak rookie tetap menarik untuk dibaca, karena nominal akhirnya bisa berbeda meski posisi draft sama. Bagi pemain, angka besar memang terlihat menjanjikan. Tetapi bagi tim, draft adalah investasi jangka panjang yang harus dihitung dengan cermat.
Awal karier, bukan garis finis
Walau kontrak rookie bisa bernilai jutaan dolar, status sebagai pemain pilihan draft belum menjamin segalanya. Para pemain muda tetap harus membuktikan diri di lapangan, menjaga konsistensi, dan menunjukkan profesionalisme sejak hari pertama. Draft hanyalah pintu masuk ke NBA, bukan jaminan sukses.
Karena itu, NBA Draft 2025 sejatinya bukan sekadar malam pemilihan pemain, melainkan titik awal perjalanan panjang menuju persaingan paling ketat di bola basket dunia. Dari Barclays Center, harapan besar sudah dibawa pulang oleh para rookie, tetapi pekerjaan sesungguhnya baru dimulai setelah sorotan lampu padam.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












