Prabowo Dorong Tenaga Surya Jadi Kunci Swasembada Energi Indonesia
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan arah besar pemerintahannya dalam sektor energi: Indonesia harus bergerak menuju kemandirian, dan tenaga surya disebutnya sebagai salah satu penopang utama. Pesan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peletakan batu pertama Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terpadu di Karawang, Jawa Barat, sebuah agenda yang sekaligus memperlihatkan bagaimana energi bersih dan industri baterai kini ditempatkan dalam satu paket strategi nasional.
Tenaga Surya Diposisikan sebagai Penentu
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menilai listrik yang bersumber dari tenaga surya akan memegang peran penting dalam perjalanan Indonesia menuju swasembada energi. Ia menggambarkan energi matahari sebagai peluang besar yang bisa dimanfaatkan secara luas jika dikelola dengan tepat. Menurutnya, keberhasilan Indonesia ke depan tidak hanya bergantung pada sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga pada kemampuan mengolahnya secara efektif dan membangun kemitraan yang saling menguntungkan.
Optimisme Menuju Kemandirian Energi
Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki modal cukup untuk mencapai kemandirian energi dalam beberapa tahun mendatang. Optimisme itu ia kaitkan dengan pengembangan ekosistem industri yang mendukung transisi energi, termasuk baterai kendaraan listrik yang sedang dibangun di Karawang. Di hadapan para hadirin, ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proyek tersebut, termasuk mitra dari CATL China, yang disebutnya ikut memberi kontribusi dalam langkah besar ini.
Kerja Sama di Tengah Ketegangan Global
Selain soal energi, Prabowo menyoroti pentingnya kerja sama regional dan internasional di tengah situasi global yang kerap dipenuhi ketegangan. Ia menekankan bahwa kolaborasi semacam ini seharusnya membawa manfaat bagi semua pihak, bukan justru memicu persaingan yang merugikan. Dalam pandangannya, Indonesia perlu menjadi wilayah yang damai dan stabil agar pembangunan dapat berjalan tanpa gangguan, sekaligus membuka ruang bagi investasi dan teknologi yang dibutuhkan untuk mempercepat swasembada energi.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


