Luca Cordero di Montezemolo kembali jadi sorotan di paddock Formula 1, bukan karena Ferrari, melainkan karena namanya kini tercatat sebagai direktur di McLaren Group Holdings Limited. Sosok yang pernah menjadi wajah penting dalam kebangkitan Ferrari itu kini berada di struktur perusahaan yang menaungi McLaren Automotive, divisi mobil jalan raya merek Inggris tersebut. Perpindahan ini memunculkan spekulasi baru di tengah persaingan dua nama besar yang selama puluhan tahun saling berhadapan di lintasan maupun di pasar mobil performa tinggi.
Nama besar Ferrari yang kini masuk struktur McLaren
Montezemolo bukan nama asing bagi dunia otomotif Italia. Ia pertama kali masuk Ferrari pada era 1970-an, lalu kembali pada 1991 untuk mengambil peran sentral setelah era Enzo Ferrari. Di bawah kepemimpinannya hingga 2014, Ferrari bukan hanya menjaga reputasi di Formula 1, tetapi juga memperkuat bisnis mobil jalan raya yang menjadi fondasi penting merek kuda jingkrak tersebut.
Selama periode itu, Ferrari melahirkan sejumlah model ikonik seperti F355, Enzo, dan LaFerrari. Deretan produk tersebut ikut membentuk citra Ferrari sebagai produsen mobil eksotis kelas atas yang tidak hanya mengandalkan prestasi balap, tetapi juga daya tarik komersial yang kuat.
McLaren fokus ke bisnis jalan raya
Masuknya Montezemolo ke McLaren Group Holdings Limited dipandang berkaitan erat dengan upaya memperkuat McLaren Automotive. Perusahaan ini berada di bawah kendali McLaren Group Holdings Limited, sementara tim F1 McLaren sendiri masih dimiliki oleh McLaren Group Bahrain. Artinya, peran Montezemolo tampaknya lebih terkait dengan urusan bisnis mobil jalan raya ketimbang operasi balap.
Langkah ini juga muncul di saat McLaren mendapat dukungan investasi dari CYVN Holdings. Dengan masuknya figur yang punya rekam jejak panjang membangun Ferrari menjadi kekuatan bisnis dan olahraga, McLaren diyakini ingin menambah pengalaman strategis di level tertinggi untuk memperbaiki posisi mereka di pasar.
Spekulasi yang belum mengarah ke garasi F1
Walau nama Montezemolo langsung memantik perbincangan soal kemungkinan “transfer” dari Ferrari ke McLaren, sejauh ini keterlibatannya tidak mengarah ke tim F1 McLaren. Fokusnya tampak berada pada penguatan McLaren Automotive, bukan perubahan struktur teknis atau manajerial di lintasan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












