Program Sekolah Rakyat telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan untuk memerangi kemiskinan melalui pendidikan. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Program dimulai pada 14 Juli 2025, sebagai langkah awal dari program tersebut. Sekolah Rakyat merupakan sekolah gratis berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Adita Irawati dari Kantor Komunikasi Kepresidenan menjelaskan bahwa masih banyak keluarga miskin yang belum memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas karena kendala ekonomi. Untuk mengatasi masalah kemiskinan, diperlukan upaya yang komprehensif dalam memastikan akses yang lebih baik terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia masih cukup tinggi, mencapai 24,06 juta orang atau 8,57%.
Kemiskinan menjadi hambatan utama dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045 karena berdampak negatif pada pengembangan sumber daya manusia. Keterbatasan ekonomi berkontribusi pada rendahnya tingkat literasi dan keterampilan, yang pada akhirnya membatasi peluang individu untuk memperbaiki kondisinya. Untuk menanggulangi masalah keterbatasan akses pendidikan, Program Sekolah Rakyat diharapkan dapat membantu anak-anak dari keluarga rentan memperoleh pendidikan yang bermutu tanpa harus terbebani biaya hidup.
Dengan konsep sekolah berasrama gratis, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memberikan akses pendidikan yang setara, tetapi juga memberikan keterampilan hidup kepada para siswa untuk mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja atau memiliki usaha sendiri. Presiden Prabowo Subianto berharap bahwa Sekolah Rakyat dapat benar-benar terlaksana dengan baik sehingga para siswa dapat menjadi generasi muda yang mampu berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.


