Di tengah persaingan jurusan kuliah yang makin ketat, pernyataan Jensen Huang kembali memantik perhatian. Bos Nvidia itu justru menyarankan anak muda untuk melirik ilmu fisika jika ia harus memilih dari awal lagi. Pilihan tersebut terdengar tak biasa, terutama ketika banyak orang berlomba masuk ke jurusan teknologi informasi atau bidang yang dianggap paling dekat dengan industri digital. Namun, bagi Huang, arah perkembangan teknologi justru menuntut pemahaman yang lebih mendasar tentang cara kerja alam semesta.
Fisika, bukan sekadar teknologi informasi
Huang mengatakan, bila ia masih muda dan baru lulus sekolah, jurusan yang akan dipilihnya adalah fisika, bukan teknologi informasi. Padahal, ia sendiri dikenal sebagai lulusan teknik elektro dan juga menempuh pendidikan hingga meraih gelar master. Meski begitu, pandangannya kini mengarah pada kebutuhan masa depan, bukan hanya tren yang sedang populer saat ini.
Menurut pendiri Nvidia bersama Chris Malachowsky dan Curtis Priem itu, dunia tengah memasuki fase besar perkembangan kecerdasan buatan. Dari situ, ia melihat gelombang berikutnya adalah Physical AI, yakni kecerdasan buatan yang semakin terhubung dengan dunia fisik. Dalam konteks itu, ilmu fisika dinilai menjadi bekal penting untuk memahami dan membangun teknologi yang tidak hanya pintar secara digital, tetapi juga mampu berinteraksi dengan lingkungan nyata.
Physical AI dan masa depan robotika
Huang menilai pemahaman fisika akan menjadi kunci bagi pengembangan AI di masa depan. Bukan tanpa alasan, karena inovasi berikutnya tak lagi berhenti pada perangkat lunak dan layar komputer, melainkan bergerak menuju mesin, sensor, dan sistem robotik yang bekerja di dunia nyata. Dari sudut pandangnya, arah ini akan membuka peran yang jauh lebih besar bagi robotika.
Ia juga berharap robotika dapat menjadi salah satu jawaban atas kekurangan tenaga kerja di berbagai negara. Dengan dukungan teknologi yang semakin canggih, robot diharapkan bisa mengambil alih sejumlah pekerjaan yang membutuhkan efisiensi tinggi dan ketepatan, sehingga membantu menutup celah kebutuhan tenaga manusia di masa mendatang.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.










