Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan visi untuk membangun kekuatan ekonomi digital pada tahun 2045. Salah satu hal yang menjadi pusat perhatian adalah perkembangan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI), yang tengah menjadi tren utama. Marco Kamiya dari United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) untuk Indonesia, Filipina, dan Timor Leste, menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi, termasuk masalah keamanan siber yang semakin kompleks.
Pentingnya akses pembiayaan dan perlindungan data bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia juga menjadi sorotan, mengingat masih banyaknya UMKM yang kesulitan bertransformasi ke ranah digital. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan baik dalam akses maupun kesiapan SDM dalam menghadapi era digital.
Kamiya menekankan bahwa keberhasilan adopsi AI tidak hanya tergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga kemampuan negara dan perusahaan dalam mengaplikasikan teknologi tersebut secara efektif. Ketidakmerataan literasi digital, kelemahan dalam perlindungan data, dan kebijakan yang belum memadai menjadi hambatan utama dalam menghadapi revolusi industri 4.0.
Pentingnya kesetaraan, kepercayaan, dan keberpihakan pada kemaslahatan manusia dalam kebijakan terkait AI tidak boleh diabaikan. Upaya membangun ekosistem digital yang inklusif, melibatkan berbagai pihak seperti UMKM, komunitas adat, dan lembaga pendidikan, menjadi kunci dalam memastikan bahwa transformasi digital berjalan secara adil dan merata.
Dengan adanya kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil, diharapkan Indonesia dapat membangun fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan AI dan mengoptimalkan potensi teknologi demi kesejahteraan bersama. Keberhasilan implementasi AI tidak hanya akan membawa efisiensi, tetapi juga mendukung terciptanya masa depan yang lebih terjamin bagi semua pihak.










