Arkeolog dari Indonesia dan Australia baru-baru ini menemukan peralatan dari batu yang diyakini milik manusia purba yang tinggal di Pulau Sulawesi. Penemuan ini tercatat dalam jurnal Nature dengan judul ‘Hominins on Sulawesi during the Early Pleistocene’, menunjukkan bahwa manusia purba berhasil menyeberang ke Pulau Sulawesi secara tidak sengaja. Peralatan dari batu tersebut diperkirakan berusia antara 1,04 juta hingga 1,48 juta tahun, yang dapat menjadi bukti aktivitas manusia tertua di rangkaian pulau Indonesia, Wallacea.
Ekspedisi ini dipimpin oleh arkeolog Adam Brumm yang telah meneliti hominin purba di wilayah tersebut selama puluhan tahun. Hal ini diperkuat oleh temuan Debbie Argue yang menyatakan bahwa hominin Pleistosen awal ternyata mampu menyeberangi lautan, menambah kenyataan bahwa hominin telah tersebar di tiga pulau yang belum terhubung dengan daratan utama.
Meskipun belum ditemukan fosil hominin di Sulawesi, alat batu yang ditemukan memberikan gambaran keberadaan mereka. Sementara itu, arkeolog juga belum memastikan apakah populasi Sulawesi terkait dengan hominin di Flores. Namun, ada keyakinan bahwa Sulawesi berperan penting dalam memahami asal-usul Homo floresiensis atau manusia hobbit. Dengan demikian, para peneliti berencana untuk menyelidiki lebih lanjut jejak pembuat alat misterius di Sulawesi untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang masa lalu manusia purba di pulau tersebut.










