Wilfrida Honors Prabowo with ‘Merah Prima Bowo’ Name

Nama seorang anak kadang menyimpan cerita yang jauh lebih besar dari sekadar pilihan keluarga. Begitu pula dengan Wilfrida Soik, mantan tenaga kerja Indonesia asal Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memberi nama bayinya Merah Prima Bowo sebagai bentuk terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Bagi Wilfrida, nama itu bukan sekadar identitas, melainkan penanda rasa syukur atas hidup yang kini bisa ia jalani kembali bersama keluarga di tanah air.

Rasa terima kasih yang lahir dari pengalaman paling berat

Dalam pertemuannya dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, Wilfrida mengaku sangat bahagia karena kini bisa hidup normal setelah melewati masa-masa sulit di Malaysia. Ia menyebut Prabowo sebagai sosok yang membantunya ketika tidak lagi punya siapa-siapa. Wilfrida juga mengenang bagaimana Prabowo hadir langsung saat proses persidangannya di Malaysia sekitar sepuluh tahun lalu.

Karding menjelaskan bahwa pemberian nama Merah Prima Bowo menjadi cara Wilfrida untuk menunjukkan penghargaan yang tulus kepada Prabowo. Di balik pilihan nama itu, tersimpan ingatan panjang tentang perjuangan hukum yang nyaris berakhir tragis.

Perkara yang mengubah hidup Wilfrida

Wilfrida Soik bekerja di Malaysia pada 2010 ketika ia membunuh majikannya. Peristiwa itu disebut terjadi sebagai tindakan pembelaan diri setelah ia mengalami penyalahgunaan. Ia kemudian ditangkap polisi, dan persidangannya dimulai pada 2013. Pengadilan kala itu memutusnya bersalah dan menjatuhkan hukuman mati.

Namun, kasus ini kemudian menarik perhatian Prabowo Subianto. Ia disebut turun tangan secara pribadi, hadir dalam persidangan, dan menunjuk pengacara ternama Malaysia, Tan Sri Mohd. Shafee, untuk membela Wilfrida. Upaya tersebut menjadi bagian penting yang akhirnya membuka jalan keluar bagi Wilfrida dari ancaman eksekusi.

Bebas pada 2015 dan kembali ke kehidupan normal

Setelah melalui proses hukum yang panjang, Wilfrida akhirnya bebas dari hukuman mati pada 2015. Kepulangannya ke Indonesia menjadi titik balik dalam hidupnya. Kini, saat ia sudah berada di tengah keluarga dan menjalani kehidupan yang lebih tenang, nama Merah Prima Bowo seolah menjadi pengingat bahwa ada masa gelap yang berhasil ia lewati berkat bantuan yang ia nilai sangat berarti.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.