Biang Kerok Kerusakan Rumah di Sukabumi Saat Gempa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan penyebab kerusakan rumah di Kabupaten Sukabumi saat rangkaian gempa terjadi akhir pekan lalu. Kerusakan bangunan rumah disebabkan oleh hiposenter gempa yang dangkal, kondisi tanah lunak di zona gempa, dan struktur bangunan yang lemah dan tidak tahan gempa. Gempa berkekuatan M4,0 menggetarkan Sukabumi pada Sabtu malam dan diikuti oleh puluhan gempa susulan di hari-hari berikutnya.

Rangkaian gempa ini menyebabkan kerusakan ringan pada beberapa bangunan rumah warga di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan. Ada 5 rumah yang terdampak dan 20 jiwa harus menghadapi situasi darurat. Gempa susulan terjadi sebanyak 39 kali setelah gempa utama, dengan gempa susulan yang dirasakan warga berkisar antara M3,0 hingga M3,8. Gempa tektonik kerak dangkal ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya.

Episenter gempa terletak di darat, di wilayah Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi. Gempa ini bukan dipicu oleh gempa volkanik dan memiliki mekanisme pergerakan mendatar/geser. Kejadian serupa kerusakan rumah akibat gempa pernah terjadi sebelumnya di wilayah yang sama, seperti pada Maret 2020 dan Juli 2000. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah Sukabumi rentan terhadap gempa bumi dengan intensitas yang cukup tinggi.

Source link