Super Topan Ragasa, dengan kecepatan yang relatif tinggi, diperkirakan akan melanda Hong Kong pada Senin malam. Otoritas cuaca setempat telah memperingatkan akan mengeluarkan peringatan badai tropis level 1 pada siang hari dan berpotensi meningkatkannya menjadi level 3 saat Topan Ragasa semakin mendekati kota. Pada pukul 05.00 waktu Hong Kong, Topan Ragasa tengah melintasi Selat Luzon dengan kecepatan angin mencapai 230 km/jam.
Pejabat ilmiah meteorologi setempat, Choy Chun-wing, mengungkapkan bahwa karena jangkauan yang luas dan kecepatan pergerakan yang cepat, Ragasa bisa menjadi ancaman serius bagi pantai Guangdong. Berbeda dengan Topan Mangkhut yang melanda Hong Kong pada tahun 2018, Ragasa tidak diperkirakan akan melemah secara signifikan sebelum mencapai kota, sehingga tingkat ancamannya lebih besar.
Choy juga memperingatkan akan tingginya permukaan laut di daerah pesisir yang bisa disebabkan oleh gelombang pasang. Dia menyerukan kepada warga di daerah tersebut untuk segera melakukan persiapan menghadapi Topan Ragasa. Badai diperkirakan akan mencapai Hong Kong pada Rabu pagi dengan tinggi air laut maksimum yang berpotensi menciptakan banjir di beberapa wilayah.
Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah mengeluarkan prediksi dampak dari Topan Ragasa terhadap Indonesia. Siklon tropis ini, meskipun tidak akan langsung melanda Indonesia, diprediksi akan menyebabkan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah, seperti Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Wilayah perairan Kepulauan Sangihe – Talaud juga diingatkan untuk mewaspadai gelombang laut tinggi akibat Topan Ragasa.












