Gedung Putih memberikan jawaban terkait algoritma dalam kaitannya dengan kesepakatan pengalihan operasi TikTok di Amerika Serikat (AS). Dalam kesepakatan yang sedang dipertimbangkan, algoritma TikTok akan dioperasikan di AS dan dikawasi oleh Oracle. Kontrol operasional TikTok di AS, termasuk algoritmanya, akan dialihkan ke sebuah konsorsium yang mayoritas investor dan dewan direksinya berasal dari Amerika. Algoritma TikTok menjadi sorotan karena berperan dalam sistem rekomendasi konten yang membuat aplikasi ini populer namun juga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan nasional.
Pejabat AS khawatir bahwa ByteDance, perusahaan induk TikTok asal China, dapat memanipulasi algoritma untuk kepentingan yang merugikan di AS. Undang-undang yang melarang kerjasama terkait pengoperasian algoritma antara ByteDance dan pemilik baru Amerika telah dijelaskan secara eksplisit. Oracle akan memantau bagaimana algoritma TikTok menyajikan konten kepada pengguna di AS. Konsorsium yang terlibat dalam pengawasan ini termasuk perusahaan AS dan global yang sebelumnya berinvestasi di ByteDance serta beberapa investor baru.
Dalam kesepakatan ini, dilaporkan bahwa ByteDance akan mempertahankan kepemilikan kurang dari 20 persen di TikTok AS jika kesepakatan disetujui. Namun, kesepakatan ini masih menunggu persetujuan regulator China. Meskipun begitu, Gedung Putih menyatakan optimisme tinggi terkait kesepakatan ini. Presiden Trump juga akan menandatangani perintah eksekutif yang mempermudah proses kesepakatan ini. Kesepakatan ini diharapkan dapat mengakhiri perdebatan panjang terkait keamanan nasional yang melibatkan TikTok.










