Poin Menarik KTT Solusi Dua Negara di Markas Besar PBB

Presiden RI, Prabowo Subianto, mengikuti Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS. Konferensi ini merupakan bagian dari Sidang Umum PBB ke-80 yang diinisiasi oleh Prancis dan Arab Saudi. Prabowo mendapat kesempatan kelima untuk menyampaikan pernyataan dalam forum tersebut. Lebih dari 30 negara dan organisasi internasional diundang untuk memberikan pandangannya terkait solusi dua negara untuk penyelesaian damai atas masalah Palestina.

Sejumlah hal menarik terjadi dalam konferensi tersebut, di antaranya mikrofon Presiden Prabowo yang mati setelah pidatonya melebihi batas waktu yang ditentukan. Meskipun begitu, pernyataannya masih terdengar jelas oleh delegasi di Aula Sidang Majelis Umum. Selain itu, Prancis secara resmi mengakui negara Palestina, bergabung dengan lebih dari 150 negara anggota PBB lainnya yang telah melakukannya.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, ikut berpartisipasi dalam acara tersebut melalui konferensi video setelah AS mencabut visanya. Dia mengapresiasi Deklarasi New York yang dihasilkan pada konferensi sebelumnya dan menegaskan bahwa Negara Palestina adalah satu-satunya otoritas sah yang memenuhi syarat untuk memikul tanggung jawab penuh atas pemerintahan dan keamanan di Gaza. Abbas juga berkomitmen untuk menyelenggarakan pemilihan presiden dan parlemen dalam waktu satu tahun setelah perang Israel di Gaza berakhir.

Konferensi ini menjadi forum penting untuk meneguhkan komitmen global terhadap solusi dua negara dan menggalang dukungan nyata bagi implementasinya. Dengan berbagai pengakuan dan komitmen di atas, diharapkan solusi damai untuk masalah Palestina dapat segera diwujudkan.

Source link