Menkomdigi Bicara Kedaulatan Komunikasi: Hari Bhakti Postel ke-80

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid berbicara tentang perjuangan para pahlawan kemerdekaan dalam bidang komunikasi dalam Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-80 di Museum Pos Indonesia, Bandung. Dia mengingatkan bahwa pada 27 September 1945, Angkatan Muda Pos, Telegraf, dan Telepon atau AMPTT di Bandung berhasil merebut kantor pos telegraf dan telepon dari penjajah, dan telegram pertama tentang kemerdekaan Indonesia disebarkan ke dunia dari sana. Hari Bhakti Postel diperingati sebagai hari yang menandai kemerdekaan Indonesia dan menjadi kesaksian bagi dunia internasional.

Meutya juga menegaskan bahwa kedaulatan komunikasi merupakan bagian penting dari kedaulatan suatu bangsa. Dia menyoroti bahwa di era digital saat ini, tantangan dalam digitalisasi semakin kompleks. Menutup kesenjangan akses internet dan jaringan 4G di ribuan desa di Indonesia adalah tugas bersama yang perlu diselesaikan. Meutya menyatakan bahwa kolaborasi dari semua pihak sangat diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Meutya juga merujuk pada cakupan konektivitas telekomunikasi di Indonesia yang saat ini mencapai 80 persen. Dia mengatakan bahwa memajukan konektivitas ke daerah yang belum terjangkau merupakan bagian dari strategi bangsa Indonesia dan berkontribusi pada target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen yang diperjuangkan pemerintah. Melalui pembangunan infrastruktur telekomunikasi, misalnya mendirikan menara dan menyebarkan kabel serat optik, serta menyediakan akses internet di desa-desa, merupakan langkah nyata menuju target tersebut.

Source link