AMG baru-baru ini menjalani beberapa tahun yang penuh gejolak. Pada bulan September 2022, perusahaan mengeluarkan C63 empat silinder yang menjadi sorotan kritik luas. Meskipun Mercedes tidak secara terbuka menyebutkan penjualan merek performa AMG, namun laporan diskon besar-besaran menunjukkan adanya penurunan minat terhadap merek ini.
Di sisi lain, penarikan kembali 219 hypercar AMG One baru-baru ini juga mengganggu, karena hampir 80 persen dari total produksi harus ditarik kembali karena risiko kebakaran. Namun, ada cahaya harapan dengan mesin V-8 baru yang akan segera diluncurkan oleh AMG, serta janji akan kehadiran mobil sport elektrik yang diklaim “sangat emosional”.
Perubahan kepemimpinan di AMG juga terjadi dengan pemindahan CEO saat ini, Michael Schiebe, ke posisi baru sebagai Anggota Dewan Manajemen. Mercedes merahasiakan siapa yang akan menggantikan posisi tersebut, hanya menyatakan bahwa pengumuman akan dilakukan di kemudian hari.
AMG berharap bahwa peningkatan fokus pada mesin pembakaran dapat membendung persaingan dengan BMW M dan Audi Sport. Mesin V-8 yang akan datang diharapkan memiliki daya lebih besar serta konsumsi bahan bakar dan emisi yang lebih efisien. Sementara itu, dalam merespons tren mobil listrik, AMG merencanakan untuk mengembangkan sedan super listrik dari konsep GT XX, dengan fokus pada teknologi “V-8 listrik terbaik di pasar.”
Meskipun penuh tantangan, AMG tetap optimis dengan portofolio produknya, termasuk kemungkinan kembalinya mesin V-12 di masa depan. Mesin 6.0 liter twin-turbo saat ini hanya tersedia untuk Maybach S-Class. Namun, dengan peraturan emisi yang semakin ketat, kemungkinan mobil jalan raya dengan mesin Formula 1 menjadi tidak mungkin terjadi.
Dengan berbagai perubahan strategis, harapannya generasi kepemimpinan baru di AMG dapat membawa merek ini kembali ke puncak kesuksesan dalam industri otomotif.












