Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Kemerdekaan Irian Barat di NKRI

Pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara Jakarta, Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh. Keputusan tersebut didasarkan pada Keppres Nomor 116/TK/Tahun 2025. Salah satu penerima adalah almarhum Sultan Zainal Abidin Syah dari Maluku Utara, yang diakui dalam Bidang Perjuangan Politik dan Diplomasi. Sultan Zainal Abidin Syah memainkan peran penting dalam mempertahankan wilayah Indonesia Timur, terutama Papua Barat, sebagai bagian dari NKRI. Zainal Abidin Syah, lahir di Soa-Sio, Tidore, Maluku Utara, pada tahun 1912, dikenal sebagai “Penjaga Timur Indonesia.” Selama masa pemerintahan Hindia Belanda, ia menempuh pendidikan di sekolah-sekolah Belanda dan akhirnya menjadi pegawai negeri di beberapa daerah. Berkat kegigihannya dalam memperjuangkan kedaulatan wilayah Indonesia Timur, dia diangkat sebagai Gubernur Irian Barat pertama pada tahun 1956. Pada 1961, Zainal Abidin menjadi staf di Departemen Dalam Negeri untuk membantu Operasi Trikora. Setelah bertugas sebagai Gubernur Irian Barat, Zainal Abidin wafat pada tahun 1967 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kapahaha Ambon. Atas jasa-jasanya, namanya diabadikan sebagai nama jalan utama di Soa-Sio, yakni Jalan Sultan Zainal Abidin Syah di Kecamatan Tidore Selatan. Adalah penghargaan yang pantas bagi Sultan Zainal Abidin Syah sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia.

Source link