China tengah mempersiapkan pesawat ruang angkasa Shenzhou-22 untuk dikirim ke stasiun ruang angkasa yang akan dihuni secara permanen lebih awal dari jadwal semula, tepatnya Sabtu, 15 November. Hal ini dilakukan sebagai langkah China untuk mengembalikan program ruang angkasanya ke jalur yang benar setelah Shenzhou-20 mengalami kerusakan saat berlabuh di Tiangong. Meski demikian, misi Shenzhou-22 diluncurkan lebih awal guna meminimalkan risiko keamanan dan memastikan keberlangsungan program ruang angkasa berawak China.
Shenzhou-21 sukses membawa tiga kru kembali ke Bumi setelah mengalami kerusakan dan menjadikan Shenzhou-22 sebagai penggantinya untuk membawa muatan penuh ke stasiun ruang angkasa. Tiangong sendiri dapat menampung hingga enam awak, tetapi fasilitas tersebut semula hanya dirancang untuk menampung tiga astronaut selama enam bulan. China masih belum mengumumkan keputusan terkait Shenzhou-20 yang mengalami kerusakan akibat puing-puing ruang angkasa, namun para ahli merekomendasikan wahana antariksa tersebut untuk dilepaskan dari Stasiun Antariksa Tiangong dan dikeluarkan dari orbit di atas Samudra Pasifik. Dengan demikian, China terus menjaga stabilitas program ruang angkasanya demi keberlanjutan eksplorasi di luar angkasa.










