Volvo dan Luminar sebelumnya terlihat sebagai pasangan yang sempurna ketika produsen mobil Swedia tersebut memilih sensor berbasis laser dari perusahaan rintisan itu untuk meningkatkan keselamatan kendaraannya. Volvo bahkan berjanji akan membuat teknologi ini standar pada SUV listrik EX90 dan sedan ES90 mereka. Namun, sekarang Volvo telah memutuskan hubungan dengan Luminar, menghapus lidar sebagai fitur standar dan menjadikannya sebagai opsi tambahan karena keterbatasan pasokan perangkat keras lidar.
Permintaan terbaru dari perusahaan menunjukkan bahwa Volvo mengakhiri kontrak lima tahun dengan Luminar tanpa menjelaskan secara rinci mengenai faktor keputusan tersebut. Volvo menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mengurangi risiko rantai pasokan mereka, dan menyalahkan Luminar atas kegagalan memenuhi kewajiban kontraktual.
Keputusan Volvo ini telah menyulut ketegangan antara kedua perusahaan. Dengan Volvo sebagai pelanggan terbesarnya, Luminar telah mengalami kesulitan keuangan dan bahkan berada di ambang kebangkrutan. Luminar saat ini sedang menjalani negosiasi dengan pemberi pinjamnya namun mengakui bahwa kebangkrutan adalah kemungkinan nyata.
Kondisi keuangan Luminar semakin merosot ketika perusahaan ini mencatat kerugian signifikan akibat keputusan Volvo. Melihat laporan keuangan perusahaan, pendapatan Luminar jauh dari harapan dan tingkat pengeluaran lebih tinggi dari pendapatan yang dihasilkan, yang berdampak pada kerugian bersih yang signifikan.
Dengan mundurnya Volvo dan kondisi keuangan yang memburuk, Luminar berada dalam situasi sulit. Untuk saat ini, belum diketahui bagaimana dampaknya akan berdampak pada perusahaan saudaranya, Polestar. Yang jelas, kisah sulit Luminar ini semakin rumit dengan banyaknya keputusan dan peristiwa mengejutkan dalam beberapa bulan terakhir.












