Manfaat Bicara Banyak Bahasa: Perlambat Proses Penuaan

Penelitian terbaru menemukan bahwa orang yang rajin berbicara dalam banyak bahasa ternyata menua lebih lambat daripada yang hanya bisa berbicara dalam satu bahasa. Studi ini melibatkan lebih dari 86.000 orang dewasa di 27 negara Eropa dengan rentang usia antara 50 hingga 90 tahun. Para peneliti membandingkan usia biologis dan perilaku peserta untuk mengetahui apakah mereka secara biologis lebih muda atau lebih tua dari usia kronologis mereka. Hasilnya, para penutur multibahasa memiliki risiko penuaan yang lebih rendah daripada penutur satu bahasa. Bahkan semakin banyak bahasa yang dikuasai seseorang, semakin besar manfaat perlindungan terhadap penuaan yang diperoleh.

Menurut Profesor Dr. Peter Berlit, seorang ahli neurologi dari Jerman, berbicara banyak bahasa juga dapat melindungi terhadap penurunan fungsi kognitif atau demensia. Walau tidak ada penderita demensia dalam penelitian ini, namun ada indikasi mekanisme yang dapat mengurangi risiko penurunan kognitif pada usia tua. Multilingualisme dikaitkan dengan cadangan kognitif yang mampu meningkatkan ketahanan terhadap penurunan kognitif pada usia lanjut. Belajar bahasa baru di usia tua juga diakui sebagai langkah sederhana dan efektif untuk mencegah demensia.

Para peneliti sekarang sedang mencari tahu apakah belajar bahasa baru di usia lanjut memberikan efek perlindungan yang sama dengan orang yang sudah multibahasa sejak masa kecil. Studi ini muncul dalam konteks teknologi kecerdasan buatan yang semakin canggih dalam menerjemahkan bahasa. Meskipun demikian, nilai multibahasa tetap berperan penting dalam mencegah penuaan dan penurunan kognitif.

Source link