Elon Musk berencana menjadikan aplikasi X sebagai superapp global, meniru kesuksesan WeChat di China yang menggabungkan berbagai layanan dalam satu ekosistem. Dalam sebuah podcast bersama Nikhil Kamath, Musk mengungkapkan keinginannya untuk membangun aplikasi seperti WeChat versi internasional. Aplikasi ini akan mengintegrasikan fitur komunikasi dan keuangan sehingga pengguna dapat melakukan berbagai aktivitas dalam satu platform. Menurut Musk, tidak ada aplikasi serupa WeChat di luar China. WeChat memiliki berbagai fitur unik, termasuk media sosial, konten, dan pembayaran, serta layanan pihak ketiga melalui mini-program.
WeChat memiliki lebih dari 1,4 miliar pengguna aktif bulanan dan menawarkan berbagai layanan seperti belanja online, game seluler, dan pemesanan transportasi. Sayangnya, X diblokir di China meskipun upaya Musk untuk menyamai skala WeChat. Pada tahun 2023, Musk berbicara tentang niatnya untuk mengikuti model WeChat setelah Twitter berganti nama menjadi X. Pada bulan Januari, X melakukan kerjasama dengan Visa untuk meluncurkan X Money, fitur layanan keuangan yang memungkinkan pembayaran peer-to-peer dan transfer dana ke rekening bank.
Selain itu, X juga menghadirkan fitur panggilan suara dan video sebagai upaya untuk menjadikan platform ini lebih dominan dalam interaksi online. Musk percaya bahwa video akan menjadi bentuk interaksi yang mendominasi di masa depan, dan menilai bahwa sebagian besar interaksi akan dilakukan melalui video real-time dengan bantuan kecerdasan buatan. Dengan sekitar 600 juta pengguna bulanan, X berpotensi untuk menarik basis pengguna yang lebih beragam. Musk berkomitmen untuk terus mengembangkan X agar dapat mencapai kesuksesan serupa dengan WeChat.










