Lonjakan Aktif Sesar di Sumatra Mencapai Puncaknya

Jumlah sesar aktif di wilayah Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini, tercatat ada 401 sesar aktif yang tersebar di seluruh Tanah Air. Menurut Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Masyhur Irsyam, peningkatan jumlah sesar aktif ini bukan disebabkan oleh retakan tambahan di Bumi, tapi karena kemajuan dalam pengumpulan data dan penelitian. Dalam sebuah forum di Jakarta, Masyhur menjelaskan bahwa pembaruan peta bahaya gempa ini melibatkan lebih dari 100.000 katalog gempa dari berbagai lembaga, yang telah diperbarui hingga tahun 2024.

Dengan pemanfaatan model 3D, seluruh hiposenter direlokasi untuk meningkatkan akurasi posisi dan karakteristik sumber gempa. Tim di bawah kepemimpinan Prof. Danny Hilman Natawidjaja melakukan survei lapangan yang intensif, dengan menggunakan berbagai teknologi seperti trenching, analisis karbon, dan pemetaan geomorfologi. Hasil survei ini mengkonfirmasi banyak sesar yang sebelumnya belum teridentifikasi sebagai aktif, sehingga jumlah sesar aktif baru meningkat menjadi 401, jauh lebih besar dari sebelumnya.

Peta terbaru menunjukkan lonjakan sesar aktif terbesar terjadi di Pulau Jawa dan Sumatra. Di Pulau Jawa, tercatat peningkatan segmen sesar dari 36 menjadi 82, sedangkan di Sumatra dari 56 segmen menjadi 86. Selain itu, wilayah seperti Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku-Papua juga mengalami peningkatan jumlah sesar aktif. Penemuan baru ini menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu kawasan paling aktif secara tektonik di dunia.

Dengan bertambahnya jumlah sumber gempa, nilai bahaya gempa (seismic hazard) di banyak wilayah meningkat. Hal ini menjadi dasar untuk penyempurnaan standar konstruksi, termasuk regulasi bangunan tahan gempa. Masyhur menegaskan bahwa peningkatan jumlah sesar aktif akan membawa dampak pada risiko gempa di masa depan, sehingga penting untuk terus memperbarui pemetaan dan penelitian terkait sesar aktif di Indonesia.

Source link