Sepak Takraw merupakan olahraga tradisional Asia Tenggara yang menggabungkan kelincahan voli dengan teknik tendangan akrobatik ala sepak bola tanpa menyentuh tangan. Nama Sepak Takraw berasal dari gabungan kata “Sepak” yang berarti “menendang” dalam bahasa Melayu, dan “Takraw” yang merujuk pada “bola rotan anyaman” dalam bahasa Thailand. Olahraga ini resmi dinamakan Sepak Takraw setelah pertandingan antara Malaysia dan Thailand di Kuala Lumpur pada tahun 1960. Sepak Takraw juga dikenal dengan nama lokal seperti Sepak Raga, Sipa, Chinlone, dan Takraw di beberapa negara Asia.
Awalnya berasal dari Malaysia sekitar 500 tahun lalu, Sepak Takraw menyebar ke Indonesia dengan nama Sepak Raga pada abad ke-16 dan mulai populer di Asia Tenggara pada 1940-an. Kompetisi resmi pertama diadakan pada 1945 di Penang dengan nama “Sepak Raga Jaring”. Olahraga ini diatur secara internasional oleh Federasi Sepak Takraw Internasional (ISTAF) yang didirikan pada tahun 1988. Aturan dasar dalam Sepak Takraw meliputi pemain, bola, lapangan, servis, skor, dan pelanggaran. Pertandingan terdiri dari dua set dan dimenangkan oleh tim pertama yang mencapai 21 poin dengan selisih dua poin.
Dalam permainan Sepak Takraw, tim beranggotakan tiga pemain dengan posisi Tekong, Killer, dan Feeder. Pemain hanya diperbolehkan menggunakan kaki, kepala, atau bagian tubuh lain (kecuali tangan) untuk memukul bola melewati net. Skor didapat ketika bola jatuh di area lawan dan pertandingan berlanjut hingga tim mencapai 21 poin. Teknik servis awal oleh Tekong dan kerja sama antara Killer dan Feeder merupakan kunci dalam permainan ini. Kemenangan ditentukan setelah tim memenangkan dua set. Sepak Takraw menawarkan kombinasi menarik antara voli dan sepak bola, menjadikannya olahraga yang unik dan menarik untuk dipelajari.












