Tanggal Oktober 2025 menandai awal dari pergeseran kekuatan dalam industri penjualan kendaraan listrik, dengan BYD dari Cina mencapai prestasi menakjubkan dengan menjual lebih banyak mobil listrik daripada Tesla. Meskipun Tesla turun 9% dalam penjualannya dibandingkan tahun sebelumnya, namun BYD berhasil menyapu bersih dengan penjualan lebih dari 2 juta unit mobil listrik. Keunggulan BYD tidak hanya terletak pada produksi mobil listrik, tetapi juga hibrida plug-in, memberikan daya tarik yang lebih luas daripada Tesla. Ini pertama kalinya Tesla dikalahkan dalam penjualan mobil listrik murni setidaknya sejak zaman Nissan Leaf asli.
Meskipun pertumbuhan BYD tidak dirasakan di Amerika Serikat karena mobilnya tidak dijual di sana, perusahaan ini berhasil menjalankan strategi ekspansi internasional yang berhasil. BYD telah mengalahkan Tesla di Eropa dengan mobil-mobil adaptif lokal dan mengembangkan platform pengisian daya cepat EV untuk pasar Eropa. Sementara itu, Tesla fokus pada ambisinya untuk memperkenalkan Robotaxis otonom, yang mengarah pada penurunan penjualan dan kurangnya model baru. Penjualan Tesla terpengaruh oleh citra kontroversial Elon Musk dan kebijakan Trump yang merugikan kredit pajak kendaraan listrik di AS. Perbandingan antara Tesla dan BYD menjadi tidak tepat karena fokus dan strategi kedua perusahaan berbeda.
Dari sini, jelas bahwa pasar mobil listrik global telah melebihi batas satu produsen tertentu. BYD dan Tesla mungkin memiliki visi yang berbeda, tetapi keduanya membuktikan bahwa mobil listrik adalah masa depan transportasi. Secara keseluruhan, kemenangan BYD atas Tesla menunjukkan pergeseran kekuatan dalam industri mobil listrik dan menggambarkan betapa kompetitifnya pasar ini.












