Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan target percepatan riset pengembangan pesawat amfibi atau seaplane. BRIN saat ini berkolaborasi dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk pengembangan tersebut. Arif berharap riset untuk pesawat amfibi dapat selesai pada awal 2027 atau akhir 2026. Pesawat ini dianggap sangat penting untuk meningkatkan konektivitas antar pulau di Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 17.380 pulau.
Selain itu, BRIN telah melakukan inovasi bersama PTDI, seperti pesawat N219 yang diproduksi sesuai pesanan pemerintah. Kerja sama riset pertahanan dengan PT Pindad juga akan diperluas, termasuk pengembangan kendaraan taktis Maung dengan teknologi otomotif yang lebih canggih. Arif juga menekankan sinergi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikti) untuk memastikan ekosistem riset nasional berjalan terpadu dan mampu mempercepat lahirnya inovasi industri strategis.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan Indonesia dapat terus mengembangkan teknologi dan industri dalam bidang tersebut. Semua bantuan dan dukungan dari berbagai pihak akan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan teknologi di tanah air.












