Cara CEO GM Mengakui Fakta Tidak Nyaman tentang Mobil Listrik Hybrid

Chevrolet Equinox Plus Plug-In Hybrid dari China tampaknya menjadi pilihan yang menarik untuk pasar Amerika Serikat. Meskipun bodi crossover yang praktis dan kombinasi mesin bensin dengan tenaga baterai menawarkan jangkauan lebih dari 600 mil, model ini tidak akan meluncur di pasar Amerika. General Motors, dipimpin oleh CEO Mary Barra, lebih fokus pada pengembangan mobil listrik sepenuhnya daripada teknologi hybrid. Barra mengungkapkan bahwa mayoritas pemilik mobil hybrid plug-in jarang mengisi dayanya, menjadi alasan untuk menunda kehadiran model ini di Amerika.

Meskipun Plug-In Hybrid (PHEV) populer di Eropa dan China, studi menunjukkan bahwa pengguna seringkali tidak mengisi daya mobil mereka. Kendaraan ini dianggap sebagai jembatan antara mobil bensin dan listrik karena kombinasi mesin bensin dan tenaga listrik yang dimilikinya. Namun, kurangnya pengisian daya mengakibatkan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi dari yang diharapkan. Beberapa pabrikan menawarkan model PHEV sebagai solusi sementara, tetapi tanpa insentif pajak atau regulasi yang ketat, keberlangsungan model ini dipertanyakan.

Produsen mobil berharap bahwa kendaraan listrik jangkauan diperpanjang (EREV) bisa menjadi alternatif yang lebih baik, meskipun dengan beberapa kekurangan. Meskipun GM sedang merencanakan untuk membawa lebih banyak model hybrid dan PHEV ke Amerika dalam beberapa tahun mendatang, tantangan edukasi pengguna tetap menjadi hambatan. Meskipun GM menghadapi kritik atas keputusannya melewatkan mobil hybrid, Barra merasa yakin bahwa fokus pada mobil listrik merupakan langkah yang tepat. Meskipun demikian, cara GM mendidik pengguna tentang teknologi ini akan menentukan penerimaan pasar di masa depan.

Source link