Menurut para ilmuwan, tahun 2025 tercatat sebagai tahun terpanas ketiga dalam sejarah pencatatan suhu global. Hal ini didorong oleh peningkatan polusi akibat bahan bakar fosil, yang mendorong suhu global mencapai level “luar biasa”. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyebutkan bahwa suhu udara permukaan rata-rata tahun 2025 mencapai 1,48 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri.
Badan Iklim Copernicus Uni Eropa melaporkan bahwa laju pemanasan saat ini berisiko melebihi batas 1,5 derajat Celsius yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris. Hal ini menjadi perhatian serius karena jauh melebihi perkiraan awal ilmuwan dan menunjukkan urgensi penanganan kelebihan suhu global ini.
Para ilmuwan juga menemukan bahwa faktor alam seperti El NiƱo turut berkontribusi pada lonjakan suhu global dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian, adanya penurunan polutan aerosol yang dapat menyembunyikan panas telah membuat beberapa tahun terakhir menjadi sangat panas. Selain itu, lapisan polusi karbon yang menutupi Bumi turut memperburuk ekstrem cuaca dan mengancam kondisi stabil di mana umat manusia hidup.
Copernicus melaporkan bahwa selain 2025 adalah tahun terpanas ketiga dalam catatan, Januari 2025 juga tercatat sebagai bulan Januari terpanas dalam sejarah. Fenomena ini juga berdampak pada tutupan es laut di kutub yang turun ke level terendah sejak pengamatan satelit dimulai pada 1970-an. Berbagai organisasi juga memperkirakan bahwa suhu rata-rata tahunan tertinggi masih akan terjadi pada tahun 2026.
Meskipun demikian, pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat dinilai gagal mengakui krisis iklim yang semakin meluas. Mereka aktif menyebarkan kebohongan tentang ilmu pengetahuan iklim dan mengurangi informasi yang berkaitan dengan perubahan iklim. Keputusan ini dinilai berbahaya dan menyulitkan upaya penanganan krisis iklim global.
Dengan semua temuan ini, para ilmuwan dan organisasi terus mendorong tindakan nyata untuk mengurangi dampak pemanasan global dan melindungi lingkungan Bumi. Penelitian dan analisis data suhu global tahunan menjadi penting untuk menyadarkan masyarakat akan urgensi menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.










