Potensi Bencana Ekologis di Jawa-Kalimantan: Ancaman Berikutnya

Bencana Ekologis Mengancam Jawa dan Kalimantan

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengingatkan bahwa bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra bukanlah peristiwa tunggal. Mereka juga menyoroti potensi terjadinya bencana serupa di Pulau Jawa hingga Kalimantan. Menurut Walhi, jika tidak ada perubahan dalam pola pembangunan nasional, pulau-pulau tersebut berisiko menjadi korban selanjutnya.

Dalam Tinjauan Lingkungan Hidup Walhi 2026, Wahyu Eka Setyawan dari Walhi menyatakan bahwa bencana lingkungan bukan lagi kejadian luar biasa, melainkan sudah menjadi bagian dari rutinitas akibat permasalahan dalam tata kelola sumber daya alam. Contohnya adalah banjir rob yang terus menghantui kawasan pesisir utara Jawa.

Walhi menyoroti bahwa akar persoalan bencana ekologis berasal dari kebijakan pembangunan yang terlalu berorientasi pada pertumbuhan ekonomi tinggi. Kebijakan ini mendorong eksploitasi sumber daya alam secara masif, tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Selain itu, kebijakan seperti Undang-Undang Cipta Kerja juga membuka ruang perizinan di banyak wilayah, termasuk kawasan hutan dan ekosistem penting, mengakibatkan banyak izin tumpang tindih.

Walhi juga mengingatkan bahwa ancaman bencana ekologis tidak hanya terjadi di Sumatra, namun juga mengintai Pulau Jawa dan Kalimantan. Pulau Jawa diproyeksikan sebagai pusat megapolitan, sementara Kalimantan sebagai jantung ekonomi baru melalui pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Wilayah Sulawesi pun ditetapkan sebagai pusat energi hijau, sementara Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dipenuhi dengan rencana ekstraksi baru terkait dengan sektor pariwisata.

Dengan berbagai potensi bencana ekologis yang mengintai, Walhi menegaskan perlunya perubahan dalam kebijakan pembangunan nasional agar dapat mempertahankan keberlangsungan lingkungan, mengurangi risiko bencana, dan menjaga keseimbangan ekosistem di seluruh wilayah Indonesia.

Source link