Gempa Terjadi di RI Januari 2026: Dikepung Tektonik Aktif

BMKG mencatat ada 4.879 gempa yang terjadi di Indonesia selama bulan Januari 2026, dengan 16 di antaranya memiliki kekuatan setara atau lebih dari M5. Sebanyak 81 gempa dirasakan oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas gempa di Indonesia terjadi hampir setiap hari, meskipun sebagian besar memiliki kekuatan kecil dan tidak terasa. Indonesia memang dikenal sebagai wilayah yang sangat aktif secara tektonik, sehingga gempa bumi merupakan hal yang umum terjadi di negara ini.

Menurut Katalog Gempa Bumi Merusak Tahun 1821-2025, ada total 43.439 gempa yang terjadi sepanjang tahun 2025 di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 153 gempa memiliki kekuatan lebih dari M5 sementara 43.286 gempa memiliki kekuatan di bawah M5. Distribusi intensitas gempa cukup merata di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Kalimantan yang intensitas gempanya relatif rendah.

Belum lama ini, gempa bermagnitudo 5,6 terjadi di wilayah Laut Sulawesi. Meskipun berpotensi merusak, gempa ini tidak menimbulkan tsunami dan hingga saat ini belum ada laporan aktivitas gempa susulan. Gempa tersebut memberi dampak di beberapa daerah di sekitarnya dengan skala intensitas yang berbeda. Rinciannya adalah daerah Buol, Gorontalo (IV MMI); Kab. Gorontalo Utara, Kab. Pohuwato, Kab. Bone Bolango, Kab. Boalemo, Parigi Moutong (III MMI); dan daerah Manado (II MMI).

Dalam penjelasannya, BMKG menyatakan bahwa gempa bumi di wilayah tersebut disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Sulawesi. Analisis menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme mendatar naik (oblique thrust). Kesimpulannya, meskipun Indonesia sering diguncang oleh gempa bumi, upaya mitigasi dan pemahaman terhadap gempa bumi masih penting untuk dilakukan.

Source link