Schneider Electric telah mendorong pendekatan predictive maintenance berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu industri data center menjaga sistem tetap beroperasi tanpa gangguan. Dengan pemantauan kondisi dan analisis data real-time, perusahaan bertujuan untuk mengurangi potensi downtime yang dapat berdampak negatif pada operasional dan reputasi pengelola pusat data. Geraldi Tjhin, Business Vice President Services & Sustainability Schneider Electric Indonesia, menjelaskan bahwa industri data center memiliki standar keandalan yang ketat terutama dalam menjaga sistem kelistrikan. Upaya untuk menjaga downtime tetap minimal sangat penting mengingat konsekuensinya terhadap SLA antara pengelola data center dan tenant. Dalam konteks ini, pendekatan pemeliharaan konvensional dianggap tidak lagi efektif, sehingga Schneider Electric menghadirkan layanan EcoCare yang memanfaatkan pemantauan digital dan AI untuk membantu dalam prediksi keadaan sebelum isu terjadi. Strategi predictive maintenance ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga memberikan kepastian dalam menjaga keandalan sistem data center.
Schneider Electric Tingkatkan Efisiensi Data Center dengan AI
Read Also
Recommendation for You

BMKG: Wilayah Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi,…

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Indonesia Pada 5-8 September 2026, Badan…

Cuaca Indonesia Hari Ini: Potensi Hujan di Beberapa Wilayah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)…

XL Smart Ungkapkan Pendapat Mengenai Kuota Internet yang Hangus Setelah Masa Aktif Berakhir XL Smart…








