Prediksi Musim Kemarau di Indonesia: Mulai dan Durasi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prediksi terbaru mengenai musim kemarau di Indonesia untuk tahun 2026. Menurut BMKG, musim kemarau diprediksi akan tiba lebih awal dari biasanya di sebagian besar wilayah Indonesia. Hal ini berdasarkan analisis terhadap 699 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, di mana sekitar 46,5 persen ZOM diperkirakan akan mengalami awal musim kemarau lebih cepat dari periode klimatologis 30 tahun terakhir.

Dalam sebuah konferensi pers, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa sebanyak 325 ZOM diprediksi akan mengalami awal musim kemarau yang lebih cepat. Di sisi lain, sekitar 173 ZOM diprediksi akan mengalami awal musim kemarau pada periode yang sama dengan normalnya, sementara 72 ZOM diperkirakan akan mengalami kemarau yang datang lebih lambat dari biasanya.

BMKG juga memperkirakan bahwa musim kemarau akan dimulai pada bulan April 2026 di sebagian wilayah Indonesia, seperti pesisir utara Jawa, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Selanjutnya, pada bulan Mei dan Juni 2026, sejumlah wilayah di Indonesia juga diprediksi akan memasuki musim kemarau.

Prediksi awal musim kemarau yang lebih dini ini dipengaruhi oleh berakhirnya fenomena La Niña lemah pada bulan Februari 2026. Saat ini, kondisi iklim global telah berubah menjadi Netral dan berpotensi menuju fase El Niño pada pertengahan tahun. Meskipun demikian, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diperkirakan tetap berada pada fase Netral sepanjang tahun.

Dengan demikian, BMKG memberikan gambaran mengenai perubahan musim kemarau di Indonesia dan potensi dampaknya bagi berbagai sektor di tanah air. Selain itu, prediksi ini dapat membantu masyarakat dalam mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau yang lebih awal dan panjang.

Source link