Indonesia Berpotensi Ikut Misi Bulan, Mulai Jelajah Antariksa?

Indonesia memiliki peluang besar untuk ikut dalam misi internasional pengamatan astronomi dari Bulan. Ini bisa menjadi kesempatan untuk memperluas peran Indonesia dalam eksplorasi antariksa. Chatief Kunjaya, dari International Lunar Observatory Association (ILOA), menyatakan bahwa Indonesia bisa berkontribusi dalam pengembangan teknologi instrumen untuk misi internasional tersebut. Dengan terus berpartisipasi dalam program ILOA, Indonesia dapat membuka peluang untuk turut serta mengeksplorasi angkasa luar lebih lanjut. Selain itu, Indonesia juga punya kesempatan untuk merancang kamera yang lebih baik untuk ILO-2, yang berpotensi meningkatkan pemahaman dalam bidang ini.

Meskipun manfaatnya belum dirasakan secara langsung, persiapan sumber daya manusia dan teknologi nasional sangat penting untuk masa depan. Indonesia harus siap dalam hal capacity building agar dapat berpartisipasi dalam misi observatorium astronomi di Bulan. Pengamatan astronomi dari Bulan dinilai mampu memberikan kualitas data yang lebih optimal dan memberikan peluang bagi Indonesia untuk terlibat dalam misi antariksa internasional. Kelebihan observasi dari Bulan adalah minim gangguan intervensi gelombang radio dan kamera tidak memerlukan sistem pendingin tambahan karena suhu Bulan yang rendah.

Mengenai proyek ILO-X yang mendarat di Bulan, Kunjaya menjelaskan bahwa proyek ini berhasil meskipun dengan beberapa hambatan teknis. ILO-X menjadi tahap uji coba sebelum proyek utama, ILO-1, dan ILO-2. Dalam pengembangannya, diperlukan peningkatan teknologi terutama pada sistem kamera untuk mengoptimalkan pengambilan gambar pengamatan di Bulan. Kepala Pusat Riset Antariksa (PRA) BRIN Emanuel Sungging Mumpuni mengatakan bahwa momentum ini dapat membuka peluang bagi Indonesia dalam eksplorasi luar angkasa. Hal ini akan membantu memperluas wawasan dan mempelajari lebih banyak peluang di bidang ini.

Source link