Daftar Potensi Hujan Lebat Akibat Sirkulasi Siklonik

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi sirkulasi siklonik sebagai salah satu pemicu hujan lebat di beberapa wilayah selama peralihan ke musim kemarau. Peringatan potensi hujan lebat ini diperkirakan berlangsung hingga pekan depan, dengan curah hujan tertinggi tercatat di beberapa wilayah seperti Bengkulu, Jawa Barat, dan Aceh. BMKG mencatat adanya hujan dengan intensitas beragam di berbagai daerah Indonesia selama 2-5 April, dengan hujan lebat terutama terlihat di Kalimantan Tengah, DKI Jakarta, Banten, dan beberapa wilayah lainnya.

Selain itu, faktor-faktor seperti gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG), serta fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) turut berkontribusi dalam kondisi cuaca tersebut. Masa peralihan dari Monsun Asia ke Monsun Australia terbukti membentuk pola sirkulasi udara dan daerah konvergensi. BMKG juga mengamati adanya sirkulasi siklonik di beberapa perairan yang memicu pertumbuhan awan-awan konvektif berpotensi menyebabkan hujan.

Dalam laporan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 7-13 April, BMKG memperkirakan potensi hujan lebat masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan. Sirkulasi siklonik berpotensi terbentuk di beberapa wilayah seperti Laut Cina Selatan, Perairan utara Aceh, dan sebagian wilayah lainnya. Gelombang Rossby Equatorial dan Kelvin juga diprakirakan aktif dalam mempengaruhi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. Sejumlah daftar wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dijadwalkan hingga pertengahan April mendatang, dengan beberapa daerah yang juga memiliki potensi angin kencang.

Source link