Alasan Mengapa Deret Daerah Ini Tetap Diguyur Hujan Meski Masuk Musim Kemarau

Sebagian wilayah di Indonesia masih mengalami hujan dengan intensitas tinggi meskipun sudah memasuki musim kemarau menurut kalender klimatologis pada bulan April. Menurut Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, hal ini terjadi karena karakteristik masa transisi musim yang berbeda-beda dari satu daerah ke daerah lain. Data BMKG menunjukkan bahwa hujan intensitas tinggi masih terjadi di beberapa wilayah seperti Maluku, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Aceh, Gorontalo, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Jakarta dan sekitarnya juga masih sering diguyur hujan meskipun belum memasuki musim kemarau. Fenomena ini disebabkan oleh berbagai dinamika atmosfer seperti gelombang Rossby Ekuatorial, Kelvin, Mixed Rossby-Gravity (MRG), serta Madden-Julian Oscillation (MJO) yang mempengaruhi pola angin dan konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Wilayah Indonesia diperkirakan baru sekitar 7 persen yang telah memasuki musim kemarau, sementara sebagian besar akan menyusul bertahap antara bulan April hingga Juni 2026. Puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus 2026 di lebih dari 60 persen wilayah Indonesia.

Source link