Ikan Invasif di Perairan RI: Tidak Hanya Sapu-sapu

Ikan sapu-sapu, yang dikenal invasif, belakangan mendapat perhatian karena jumlahnya yang melimpah di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan dilibatkan dalam upaya membersihkan ikan invasif ini di Sungai Ciliwung. Meskipun ikan sapu-sapu dikenal sebagai ‘pembersih’ akuarium karena kemampuannya mengonsumsi lumut dan kotoran, namun keberadaannya di alam liar seperti sungai dan danau dapat menjadi ancaman serius. Menurut laporan dari Nature World News, ratusan ikan sapu-sapu ditemukan hidup liar di berbagai wilayah, termasuk di Texas, Amerika Serikat, dan diduga berasal dari pelepasan oleh pemilik akuarium. Fenomena serupa juga terjadi di Indonesia, khususnya di Sungai Ciliwung, di mana kehadiran ikan ini telah dikaitkan dengan penurunan signifikan dalam keanekaragaman ikan lokal.

Ikan sapu-sapu merupakan spesies ikan invasif yang berasal dari Amerika Selatan dan awalnya masuk ke Indonesia melalui perdagangan ikan hias. Namun, banyak dari ikan ini dilepas ke perairan umum, baik secara sengaja maupun tidak, yang kemudian berkembang menjadi spesies invasif di sungai-sungai Indonesia, termasuk Sungai Ciliwung. Riset yang dilakukan oleh Gema Wahyu Dewantoro dan Ike Rachmatika pada tahun 2020 menyebutkan bahwa ikan sapu-sapu termasuk dalam kategori ikan introduksi invasif. Ikan introduksi adalah jenis ikan yang berasal dari habitat alami di luar Indonesia dan dianggap invasif ketika memberikan dampak negatif terhadap komunitas ikan lokal di perairan. Selain ikan sapu-sapu, masih ada beberapa jenis ikan introduksi lain yang dianggap invasif di perairan Indonesia, seperti ikan guppy atau ikan seribu (Poecillia reticulata) yang masuk ke Indonesia sekitar tahun 1920 dengan harapan dapat mengendalikan malaria namun menyebabkan dampak negatif.

Dalam riset yang sama, juga disebutkan ikan red devil (Amphilophus labiatus) yang agresif dan telah menjadi hama di beberapa waduk di Indonesia. Ada pula ikan mujair (Oreochromis mossambicus) yang tersebar luas di perairan tawar Indonesia dan awalnya bersifat invasif namun kini telah menjadi salah satu ikan yang dibudidayakan dan dipasarkan secara luas. Meskipun demikian, keberadaan ikan introduksi invasif tetap menjadi perhatian penting dalam upaya menjaga keanekaragaman hayati di perairan Indonesia.

Source link