Eks Dewan OpenAI Saksi Sidang Elon Musk

Elon Musk Gugat OpenAI, Mantan Dewan Jadi Saksi Kunci

Jakarta, CNN Indonesia — Sidang gugatan yang dilakukan oleh Elon Musk terhadap OpenAI semakin memanas dengan saksi kunci yang dihadirkan, yaitu mantan anggota dewan OpenAI, Shivon Zilis. Dalam persidangan tersebut, Zilis memberikan kesaksian penting mengenai dinamika awal perusahaan dan komunikasi antara Musk dan pihak OpenAI.

Peran Shivon Zilis dalam Perusahaan AI

Shivon Zilis merupakan salah satu anggota dewan OpenAI dari tahun 2016 hingga 2022. Karirnya tidak hanya terbatas pada OpenAI, tetapi juga pernah bekerja di perusahaan milik Musk seperti Tesla dan Neuralink. Dengan pengalaman luasnya di berbagai perusahaan terkait, Zilis menjadi saksi kunci yang sangat dibutuhkan dalam persidangan ini.

Dalam kesaksiannya, Zilis mengungkapkan peran pentingnya dalam hubungan antara Musk dan OpenAI sejak perusahaan ini berdiri. Ia juga menyoroti diskusi pada tahun 2017 mengenai kemungkinan pembentukan struktur nirlaba untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan.

Komunikasi dan Polemik di Pengadilan

Zilis juga menjelaskan berbagai bentuk komunikasi yang terjadi antara dirinya, Musk, dan pihak OpenAI melalui email, pesan singkat, serta catatan rapat yang dijadikan bukti dalam sidang. Salah satu titik perdebatan adalah opsi perusahaan nirlaba atau akuisisi oleh Tesla sebagai solusi pendanaan bagi OpenAI.

Pengacara OpenAI berusaha membuktikan bahwa Zilis dan Musk telah membahas kemungkinan membentuk entitas nirlaba untuk perusahaan AI tersebut. Meskipun berbagai opsi pendanaan telah dibicarakan, termasuk kemungkinan Musk memiliki saham mayoritas di OpenAI, namun tidak pernah ada pembicaraan untuk mengubah OpenAI menjadi entitas profit.

Selain itu, terungkap pula bahwa Zilis memiliki hubungan pribadi dengan Elon Musk dan bahkan memiliki anak bersama. Meskipun demikian, Zilis menegaskan bahwa hubungannya dengan Musk tidak memengaruhi sikap dan kesetiaannya dalam menjabat sebagai anggota dewan OpenAI.

Terkait gugatan yang diajukan oleh Elon Musk, ia menuntut ganti rugi sebesar US$130 miliar dari OpenAI. Musk juga berencana untuk mengembalikan OpenAI ke bentuk organisasi nirlaba serta melakukan perubahan dalam struktur manajemennya.

Seiring perkembangan persidangan, kisah polemik antara Elon Musk dan OpenAI semakin terkuak, mengungkap sisi kompleks dalam pengembangan kecerdasan buatan. (van/asr)

Source link