Aplikasi Registrasi SIM Card Berbasis Biometrik Wajib Diterapkan Mulai 1 Juli 2026
Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan menerapkan aturan registrasi kartu SIM ponsel berbasis biometrik secara nasional mulai 1 Juli 2026. Hal ini diumumkan oleh Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta Pusat.
Perlindungan dan Keamanan Data Pengguna
Registrasi biometrik menggunakan teknologi pengenalan wajah akan membantu memperkuat kepercayaan publik dan melindungi masyarakat dari berbagai jenis penipuan digital yang semakin marak belakangan ini. Dengan identitas pelanggan yang tervalidasi, diharapkan masyarakat bisa lebih terlindungi dari modus penipuan berbasis nomor seluler seperti spam call, phishing, dan penyalahgunaan nomor dengan identitas palsu.
Proses registrasi biometrik ini dirancang lebih praktis, cepat, dan aman dibandingkan metode registrasi sebelumnya. Operator seluler diwajibkan untuk menyelesaikan penyesuaian sistem mereka sehingga pelanggan bisa melakukan registrasi biometrik melalui gerai layanan, aplikasi, atau situs resmi operator masing-masing.
Mendorong Industri Telekomunikasi yang Lebih Baik
Penerapan registrasi biometrik juga diharapkan dapat mendorong terciptanya industri telekomunikasi yang lebih sehat. Dengan basis data pelanggan yang lebih akurat, operator dapat lebih efisien dalam melakukan investasi jaringan serta menekan penggunaan SIM card ilegal. Selain itu, kualitas pelanggan aktif juga diharapkan meningkat sehingga operator bisa memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan mereka.
Registrasi biometrik ini juga menempatkan perlindungan data pribadi sebagai prioritas utama. Informasi biometrik pelanggan hanya akan digunakan untuk proses verifikasi identitas dengan basis data Dukcapil, dan tidak akan disimpan oleh operator seluler maupun Kementerian. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan identitas digital serta menjaga keamanan sistem secara menyeluruh.
Sejak awal tahun 2026, pemerintah bersama operator seluler telah melakukan uji coba registrasi biometrik di beberapa gerai layanan. Hasilnya menunjukkan bahwa proses registrasi berjalan efisien, aman, dan mendukung peningkatan validitas data pelanggan. Menggunakan teknologi baru ini diharapkan dapat memperbaiki keadaan ruang digital Indonesia yang selama ini diwarnai oleh berbagai persoalan keamanan dan penipuan digital.












