Jakarta, CNN Indonesia — Ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi empat galur ragi yang dapat beradaptasi dengan lingkungan dingin di dalam tubuh Mumi Otzi, juga dikenal sebagai si Manusia Es.
Ragi Beradaptasi dengan Lingkungan Dingin
Mumi Otzi ditemukan di Pegunungan Alpen, Italia pada tahun 1991. Penemuan ini memberikan wawasan yang sangat berharga tentang kehidupan manusia pada Zaman Tembaga, sekitar 5.300 tahun yang lalu. Selain itu, melalui penelitian yang dilakukan, ilmuwan juga dapat mengidentifikasi keberadaan empat galur ragi yang mampu bertahan dan berkembang di lingkungan dingin tempat Otzi berada.
Menurut para peneliti, galur ragi ini diyakini berasal dari sumber makanan Otzi atau lingkungan sekitarnya. Kehadiran ragi ini memberikan petunjuk penting tentang pola makan Otzi, termasuk konsumsi roti dan bir yang mengandung ragi tersebut.
Artifak Bersejarah Mumi Otzi
Berbagai artifak bersejarah ditemukan bersama dengan Mumi Otzi, termasuk peralatan batu, alat makan, dan busur panah. Analisis terhadap sisa makanan yang ditemukan di dalam perut Otzi juga mengungkapkan pola diet dan kebiasaan makan pada zaman itu.
Kehadiran ragi dalam tubuh Otzi menunjukkan tingkat kompleksitas diet manusia pada masa prasejarah. Selain itu, kemampuan ragi untuk bertahan di lingkungan dingin juga memberikan wawasan baru tentang adaptasi manusia terhadap kondisi ekstrim.
Dengan semakin majunya teknologi analisis DNA dan mikrobiota, para ilmuwan terus menggali informasi berharga dari penemuan arkeologi seperti Mumi Otzi. Setiap detail kehidupan Otzi yang terungkap memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peradaban manusia purba dan adaptasi mereka terhadap lingkungan sekitar.












