Pohon Raksasa Berusia 1.000 Tahun: Tinggi 84 Meter




Terkatagih Pada Penemuan Pohon Raksasa di Taiwan

Jakarta, CNN Indonesia — Sebuah tim ilmuwan gabungan berhasil menemukan pohon tertinggi di Asia Timur yang berada di lembah terisolasi di Taiwan. Pohon konifer raksasa jenis Taiwania cryptomerioides ini memiliki tinggi mencapai 84,1 meter dan diperkirakan berusia 1.000 tahun.

Keunikan Pohon Raksasa “Heaven Sword of the Da’an River”

Pohon purba yang diberi nama ‘Heaven Sword of the Da’an River’ mengacu pada senjata legendaris dari novel silat karya Jin Yong. Suku adat Rukai di pegunungan selatan Taiwan menyebut spesies ini sebagai ‘pohon yang menabrak Bulan’ karena ujung pohonnya yang mencuat ke langit malam.

Sebagai perbandingan, pohon tertinggi di dunia saat ini adalah Hyperion, redwood pesisir di California, Amerika Serikat, yang memiliki tinggi 116 meter.

Perjuangan dalam Menemukan Keberadaan ‘Heaven Sword’

Mencari pohon setinggi Heaven Sword bukanlah tugas yang mudah di Taiwan yang kaya akan keanekaragaman hayati. Dalam studi tahun 2016, hutan menutupi sekitar 60 persen wilayah Taiwan dengan jumlah pohon mencapai 950 juta.

Upaya pencarian pohon raksasa ini memerlukan ekspedisi ekstrem yang dilakukan oleh tim peneliti selama hampir satu dekade. Ekspedisi fisik yang dilakukan pada awal 2023 menyertakan pemanjat pohon profesional, ahli ekologi, geolog, dan spesialis pengindraan jauh.

Bertahan dalam Ekologi yang Rentan

Pohon raksasa memainkan peran penting dalam ekologi hutan dengan penyerapan karbon dioksida dan sebagai tempat tinggal bagi organisme lain. Namun, pohon-pohon tinggi termasuk organisme yang rentan terhadap perubahan iklim seperti kekeringan dan cuaca ekstrem yang sering melanda Taiwan.

Studi terbaru ini juga memperkuat fakta bahwa lebih dari 30 persen spesies pohon di dunia saat ini berisiko tinggi mengalami kepunahan. Oleh karena itu, penting untuk melindungi lingkungan alami dan ekosistem di Taiwan yang mencakup hutan-hutan raksasa berperan vital bagi keberlangsungan hidup makhluk lain di planet ini.

Sumber: CNN Indonesia


Source link