Strategi Telkom Stabilkan Bisnis Fiber Tanpa IPO

Bisnis Telkom dan Masa Depan Infranexia

Jakarta, CNN Indonesia — Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan rencana Infranexia untuk bermitra dengan mitra strategis daripada melakuan IPO. Menurutnya, strategi ini akan memajukan entitas tersebut dengan lebih efektif.

Transformasi Bisnis Infranexia

Infranexia, anak usaha Telkom yang fokus pada infrastruktur telekomunikasi, khususnya jaringan serat optik, bertujuan untuk menyediakan konektivitas internet yang lebih merata dan efisien di Indonesia. Dalam wawancara dengan CNN Business, Dian menekankan bahwa kemitraan dengan mitra strategis akan membawa investasi, teknologi, dan tata kelola yang dapat mempercepat pertumbuhan Infranexia.

Dengan perkembangan teknologi seperti edge computing dan kecerdasan buatan (AI), kebutuhan akan konektivitas dan bandwith semakin meningkat. Telkom, sebagai perusahaan yang mengelola bisnis fiber, berusaha untuk memenuhi tuntutan tersebut dengan menghadirkan teknologi canggih dan layanan yang handal.

Investasi dan Peran Holding Telkom

Selain infrastruktur fiber, Telkom juga memperkuat bisnis data center untuk mengakomodasi permintaan yang terus berkembang, terutama terkait dengan kebutuhan AI. Dalam transformasi menuju model strategic holding, Telkom berencana untuk membagi peran antara holding dan anak usaha dengan lebih jelas.

Melalui divisi seperti Telkomsel, MitraTel, dan Infranexia, Telkom berusaha menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan dari setiap lini bisnis yang dimilikinya. Dengan demikian, TelkomGroup diharapkan bisa memberikan nilai yang lebih besar kepada investor berdasarkan potensi keseluruhan asetnya.

Dengan strategi baru ini, Telkom berkomitmen untuk terus berinovasi dan bertransformasi sebagai pemimpin industri telekomunikasi di Indonesia dan di tingkat global.

Source link