Jakarta, CNN Indonesia — Kaspersky, perusahaan keamanan siber, mengungkap skema penipuan daring terkait pre-order dan versi beta Grand Theft Auto VI (GTA VI). Penipu memanfaatkan kegembiraan masyarakat setelah peluncuran resmi pre-order gim pada 25 Juni 2026.
Penipuan Situs Palsu GTA VI
Para penipu menciptakan situs web palsu yang menyerupai GTA VI dengan trailer dan materi promosi asli. Pengguna yang tertarik akan diarahkan untuk memasukkan data pribadi dan informasi pembayaran, tetapi tidak menerima produk sama sekali.
Salah satu contoh situs palsu menyerupai toko resmi PlayStation dengan peringkat palsu untuk menciptakan kesan resmi. Pengguna diminta memasukkan data pribadi dan nomor CPF Brasil.
Modus Penipuan Lainnya
Selain pre-order palsu, penipu juga menawarkan unduhan versi beta GTA VI yang disebut hasil kebocoran. Situs ini disebar melalui tutorial video di media sosial yang berpotensi membahayakan perangkat pengguna.
Selain itu, ada situs yang mengarahkan pengguna aset kripto dengan menawarkan token mirip judul gim tersebut. Interaksi dengan situs semacam itu bisa berakibat pada kehilangan aset kripto pengguna.
Olga Altukhova dari Kaspersky menyatakan bahwa skema ini didesain untuk memanfaatkan momen antusiasme konsumen dan menurunkan kewaspadaan pengguna. Kaspersky merekomendasikan langkah-langkah pencegahan seperti menginstal gim dari sumber resmi, memeriksa URL, menggunakan kartu prabayar, mengaktifkan 2FA, serta menggunakan perangkat lunak keamanan.












