BMKG: Juni 2026 Salah Satu Juni Terkering dalam 30 Tahun
Jakarta, CNN Indonesia — Bulan Juni 2026 menjadi sorotan karena mencatatkan curah hujan terendah dalam lebih dari 30 tahun terakhir, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG menyampaikan bahwa data pengamatan mereka menunjukkan bahwa rata-rata curah hujan bulan Juni 2026 hanya sebesar 153 mm. Angka ini membuat posisi bulan Juni ini berada di peringkat kedelapan dengan curah hujan terendah sejak tahun 1991.
Sejarah Curah Hujan Terendah
Pada tahun 1997, catatan curah hujan terendah pernah terjadi dengan hanya 66 mm. Keadaan ini dipicu oleh El Nino yang kuat, yang menyebabkan musim kemarau semakin kering.
Pengamatan lebih lanjut dari BMKG menunjukkan bahwa kondisi Juni 2026 memberikan indikasi awal mengenai meningkatnya risiko kekeringan akibat El Nino 2026.
Juni Terkering Dalam 35 Tahun Terakhir
Berikut adalah daftar Juni terkering selama 35 tahun terakhir berserta curah hujan rata-rata bulanannya:
- 1997: 66 mm
- 1991: 108 mm
- 2004: 118 mm
- 2003: 121 mm
- 2015: 148 mm
- 2009: 151 mm
- 1992: 152 mm
- 2026: 153 mm
BMKG juga mencatat bahwa musim kemarau di Indonesia semakin dominan dan mulai mencapai periode puncaknya di beberapa wilayah. Sebanyak 432 Zona Musim atau sekitar 60,5 persen wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau pada dasarian I Juli 2026.
Prakiraan BMKG menunjukkan bahwa hingga dasarian II Juli 2026, sekitar 91,45 persen wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami curah hujan kategori rendah.
Sementara itu, curah hujan kategori rendah diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan sebagian Papua.












