BMKG: Kekeringan di Indonesia Dipengaruhi Banyak Faktor
Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa kekeringan di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh fenomena El Nino, tetapi juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor lain di atmosfer. Hal ini disampaikan oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.
Fathani menjelaskan bahwa meskipun El Nino kuat, namun tidak selalu menyebabkan kekeringan di Indonesia secara otomatis. Cuaca di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor atmosfer mulai dari global hingga lokal, serta suhu di sekitar perairan Indonesia.
El Nino Sangat Kuat di Indonesia
Saat ini, El Nino di Indonesia dikategorikan sebagai sangat kuat. Fathani memperkirakan bahwa dampak dari El Nino ini akan mulai berkurang seiring dengan masuknya pertengahan bulan Oktober. Pengaruh El Nino juga relatif tidak signifikan ketika musim hujan tiba.
Meskipun begitu, Fathani menjelaskan bahwa ketika terjadi pada musim kemarau, El Nino dapat membuat kondisi musim tersebut lebih kering dengan durasi yang lebih panjang. Hal ini berpotensi berdampak pada sektor pertanian yang sangat tergantung pada ketersediaan air.
Langkah Antisipatif dan Kesiapsiagaan Dini
BMKG memberikan peringatan terkait risiko gangguan fase pertumbuhan tanaman, penurunan produktivitas, dan peningkatan potensi puso akibat defisit air akibat kondisi kering yang disebabkan oleh El Nino. Selain itu, fenomena ini juga dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, penurunan kualitas udara, serta gangguan kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu, langkah-langkah antisipatif dan kesiapsiagaan dini perlu dilakukan, seperti penyesuaian pola tanam, pengelolaan irigasi yang lebih efisien, serta pemanfaatan informasi iklim untuk pengambilan keputusan di sektor pertanian.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang memengaruhi kekeringan di Indonesia, diharapkan langkah-langkah yang tepat dapat diambil untuk mengurangi dampak negatif dari kondisi tersebut.












